Share

Makna Surat Al Hujurat Ayat 13 yang Dibaca saat Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar

Hantoro, Jurnalis · Senin 21 November 2022 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 330 2711506 makna-surat-al-hujurat-ayat-13-yang-dibaca-saat-pembukaan-piala-dunia-2022-qatar-lqpPLX2DFW.jpg Ilustrasi makna ayat suci Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13 yang dibaca saat pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar. (Foto: Pexels)

PIALA Dunia 2022 Qatar dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13. Pembacaan dilakukan oleh hafidzul Quran penyandang disabilitas bernama Ghanim Al Muftah.

Opening ceremony Piala Dunia 2022 Qatar berlangsung di Stadion Al Bayt di Kota Al Khor. Pembukaan dilakukan pada hari Ahad 20 November 2022 Masehi/25 Rabiul Akhir 1444 Hijriah.

BACA JUGA:Barakallah! Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13 Jadi Pembuka Piala Dunia 2022 Qatar 

Ghanim Al Muftah membaca Surat Al Hujurat Ayat 13 didampingi aktor ternama dunia Morgan Freeman. Mereka melakukan teatrikal pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar di tengah lapangan stadion. Terdapat juga penampilan tarian khas Timur Tengah dari ratusan orang. 

Hafidz Ghanim Al Muftah membacakan ayat suci Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13 saat pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar. (Foto: Instagram @iamyedoo)

Berikut isi ayat suci Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13, sebagaimana terdapat dalam Alquran Digital Okezone:

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ ذَكَرٍ وَّاُنۡثٰى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ

Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti." (QS Al Hujurat (49): 13)

BACA JUGA:Jadwal Sholat Awal Pekan Ini Senin 21 November 2022M/26 Rabiul Akhir 1444H 

Tafsir Surat Al Hujurat Ayat 13

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeda-beda warna kulit bukan untuk saling mencemoohkan, tetapi supaya saling mengenal dan menolong.

Allah Ta'ala tidak menyukai orang-orang yang memperlihatkan kesombongan dengan keturunan, kepangkatan, atau kekayaannya karena yang paling mulia di antara manusia pada sisi Allah hanyalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya.

Kebiasaan manusia memandang kemuliaan itu selalu ada sangkut-pautnya dengan kebangsaan dan kekayaan. Padahal menurut pandangan Allah Ta'ala, orang yang paling mulia itu adalah orang yang paling takwa kepada-Nya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan At-Tirmidhi dari Ibnu 'Umar bahwa ia berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melakukan tawaf di atas untanya yang telinganya tidak sempurna (terputus sebagian) pada hari Fath Makkah (Pembebasan Makkah). Lalu beliau menyentuh tiang Kakbah dengan tongkat yang bengkok ujungnya.

Beliau tidak mendapatkan tempat untuk menderumkan untanya di masjid sehingga unta itu dibawa keluar menuju lembah lalu menderumkannya di sana. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memuji Allah Ta'ala dan mengagungkan-Nya, kemudian berkata:

"Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah menghilangkan pada kalian keburukan perilaku Jahiliah. Wahai manusia, sesungguhnya manusia itu ada dua macam: orang yang berbuat kebajikan, bertakwa, dan mulia di sisi Tuhannya. Dan orang yang durhaka, celaka, dan hina di sisi Tuhannya. Kemudian Rasulullah membaca ayat: Ya ayyuhan-nas inna khalaqnakum min dhakarin wa untsa¦ Beliau membaca sampai akhir ayat, lalu berkata, 'Inilah yang aku katakan, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. (Riwayat Ibnu hibban dan At-Tirmidhi dari Ibnu 'Umar)

Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Mengetahui tentang apa yang tersembunyi dalam jiwa dan pikiran manusia. Pada akhir ayat, Allah Ta'ala menyatakan bahwa Dia Maha Mengetahui tentang segala yang tersembunyi di dalam hati manusia dan mengetahui segala perbuatan mereka.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini