-Tafsir:
Allah memerintahkan Rasul-Nya agar memperingatkan umat manusia tentang yang telah ia terima dari-Nya. Allah menyatakan bahwa peringatan itu amat besar kegunaan dan faedahnya bagi manusia, karena peringatan itu memberi petunjuk kepadanya tentang cara-cara mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
سَيَذَّكَّرُ مَنۡ يَّخۡشٰىۙ
Sa yazzakkaru maiyakhshaa
Artinya: “Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran”
-Tafsir:
Allah menjelaskan bahwa mereka yang beruntung adalah yang dapat menerima panggilan atau peringatan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan siksaan-Nya.
وَيَتَجَنَّبُهَا الۡاَشۡقَىۙ
Wa yatajannabuhal ashqaa
Artinya: “Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya”
-Tafsir:
Allah menerangkan bahwa bagi orang yang ingkar, durhaka, dan menjauhkan diri dari petunjuk-petunjuk yang diberikan Nabi Muhammad, tidak akan berfaedah peringatan yang disampaikan.
الَّذِىۡ يَصۡلَى النَّارَ الۡكُبۡرٰىۚ
Allazii yaslan Naaral kubraa
Artinya: “(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)”
-Tafsir:
Oleh karena itu, mereka tetap dalam kekafiran dan akan dilemparkan ke dalam neraka yang paling bawah.
ثُمَّ لَا يَمُوۡتُ فِيۡهَا وَلَا يَحۡيٰىؕ
Summa laa yamuutu fiihaa wa laa yahyaa
Artinya: “Selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup”
-Tafsir:
Allah menerangkan bahwa orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu menjalani siksaan yang tidak ada habis-habisnya. Mereka merasakan sakit yang tidak ada batasnya, tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.
قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ تَزَكّٰىۙ
Qad aflaha man tazakkaa
Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman)”
-Tafsir:
Allah menerangkan bahwa orang yang beruntung, yaitu terhindar dari siksa akhirat, adalah orang yang bersih, beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, serta percaya kepada yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.
وَذَكَرَ اسۡمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى
Wa zakaras ma Rabbihii fasallaa
Artinya: “Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat”
-Tafsir:
Bila terlintas dalam hatinya dan ia ingat sifat-sifat Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, maka ketika itu pula ia tunduk kepada kekuasaan-Nya lalu sujud melakukan shalat.
بَلۡ تُؤۡثِرُوۡنَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا
Bal tu'siruunal hayaatad dunyaa
Artinya: “Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia”
-Tafsir:
Allah menerangkan bahwa orang kafir lebih mengutamakan kesenangan di dunia daripada kesenangan di akhirat.
وَالۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ وَّ اَبۡقٰىؕ
Wal Aakhiratu khairunw wa abqaa
Artinya: Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
-Tafsir:
Padahal, semestinya mereka memilih kesenangan akhirat, sesuai dengan yang dikehendaki oleh agama Allah. Kesenangan akhirat itu lebih baik dan kekal abadi, sedangkan kesenangan di dunia akan lenyap diliputi oleh kekotoran dan kesedihan.
اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الۡاُوۡلٰىۙ
Inna haazaa lafis suhu fil uulaa
Artinya: “Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu”
-Tafsir:
Allah menerangkan bahwa apa yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammad tentang perintah dan larangan, janji anugerah dan peringatan adalah sama dengan apa yang telah terdapat di dalam kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
صُحُفِ اِبۡرٰهِيۡمَ وَمُوۡسٰى
Suhufi Ibraahiima wa Muusaa
Artinya: (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
-Tafsir:
Dengan demikian, Nabi Muhammad hanya mengingatkan kembali kepada agama-Nya yang terdahulu yang telah dilupakan oleh manusia. Agama yang ada itu telah diubah oleh tangan-tangan manusia, dirusak oleh hawa nafsu dan adat istiadat nenek moyang mereka sehingga telah menyimpang dari yang sebenarnya.
Demikian tafsir surat Al A’la ayat 1-9 lengkap dengan arah, latin, dan terjemahannya. Wallahu a'lam bisshawab.
(RIN)
(Rani Hardjanti)