Saat menemukan jemaah yang lupa nama dan letak hotel, biasanya Tim MCH dan petugas lainnya melakukan scan barcode yang ada di kartu pengenalnya. Hanya, kadang ada juga jemaah yang tidak mengenakan kartu tanda pengenalnya, termasuk gelang identitas.
“Padahal itu penting. Sebab, nomer pasport yang terdapat di gelang identitas bisa diinput di aplikasi haji pintar untuk bantu menemukan hotel tempat jemaah menginap dan data lainnya,” terang Rena.
Asep, salah satu pewarta MCH bercerita, saking senangnya jemaah dibantu mendorongkan kursi roda sepulang dari masjid, dia pernah dipaksa menerima uang yang diberikan sebagai ucapan terima kasih. “Saya tolak karena saya petugas, saya ikhlas bantu,” sebutnya.
Sementara, anggota MCH lainnya, Hikmah, sempat bertemu jemaah yang tidak membawa identitas apapun karena semua disimpannya di tas. Tas itu dititip ke teman rombongannya. Ia terpisah dari rombongan dan kebingungan.
“Tolong antarkan saya ke hotel, Mba,” ucapnya panik. “Biasanya kami menggunakan aplikasi maps untuk mencari tahu letak hotel,” kata Hikmah.
Lain lagi cerita anggota MCH Khalidin, “Saya terharu, jadi teringat Ibunda saya,” ucapnya saat bertemu dengan dua orang jemaah yang kebingungan kembali ke penginapan.
“Keduanya sama-sama menggenggam erat tangan saya karena takut saya tinggalkan,” kenangnya.
(Fahmi Firdaus )