Hadis ini sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim, menunjukkan keserius-an masalah ini dalam Islam. Selain itu, dalam riwayat Muslim, disebutkan hadis lain yang berbunyi:
مَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً
"Barangsiapa yang datang ke tukang ramal lalu mempercayai apa yang dikatakan maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari."
Tarot dapat dikategorikan sebagai musyrik (kesyirikan) karena beberapa alasan:
Pertama, tarot mengklaim dapat mengetahui hal-hal gaib seperti masa depan, nasib, dan jodoh. Padahal, menurut Islam, pengetahuan tentang hal gaib adalah hak eksklusif Allah SWT semata. Dengan mempercayai tarot, seseorang secara tidak langsung menyamakan kemampuan kartu tarot (atau pembaca tarot) dengan kemampuan Allah dalam mengetahui hal gaib.
Kedua, percaya pada tarot berarti meyakini bahwa ada kekuatan selain Allah yang dapat mempengaruhi dan menentukan nasib seseorang. Ini merupakan bentuk kesyirikan, sebab dalam Islam, hanya Allah yang memiliki otoritas penuh atas takdir manusia. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan: "Orang yang mengklaim tahu perkara gaib, maka ia kafir. Orang yang membenarkan orang yang mengklaim tahu perkara gaib, ia juga kafir."