Malam Lailatul Qadr kemungkinan hadir pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW:
ابْتَغُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَالْعَشْرِ الْوُسْطَىٰ فِي الْلَّيَالِي الْوَتْرَ
Ibtaghuw lailatal qadri fil 'asyral aakhirati min Ramadhaana wal 'asyral wushtha fiil lailil witr
Artinya: "Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil." (HR. Bukhari)
Rasulullah SAW membaca doa khusus kala malam Lailatul Qadar, yang diajarkan beliau kepada Aisyah RA
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Pada malam yang begitu mulia, Nabi tidak mengajarkan doa yang panjang atau permohonan duniawi yang banyak, tetapi mengajarkan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
(Rahman Asmardika)