nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Terbanyak Orang Batal Puasa dari Kacamata Medis, Bisa Tebak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 10:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 14 616 2055393 alasan-terbanyak-orang-batal-puasa-dari-kacamata-medis-bisa-tebak-xPk3Ks3TMy.jpg Alasan terbanyak orang batal puasa dari kacamata medis (Foto : Khaleejtimes)

MENJALANKAN ibadah puasa selalu punya cerita tersendiri setiap tahunnya. Namun, kondisi seperti lemas, lesu, kadang pusing, menjadi reaksi yang akan selalu ada selama berpuasa. Jika bisa melewatinya dengan baik, pahala dari Allah SWT akan Anda terima.

Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi siapa pun yang beriman dan secara fisik dinyatakan sehat. Kita juga tidak bisa memaksakan untuk beberapa kelompok yang dianggap tidak diwajiban berpuasa, seperti lansia, orang dengan perjalanan jauh, atau juga mereka yang sakit. Tapi, Allah menjanjikan di sana, ketika kondisi itu tidak menyurutkan niat berpuasa, Allah akan menggantinya dengan pahala yang luar biasa.

Jika Allah sudah berjanji seperti itu, lantas apa lagi alasan Anda mau membatalkan puasa, terlebih jika kondisinya tidak memperburuk kesehatan tubuh?

Pertanyaan ini ternyata menarik dikulik dari kacamata medis. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr Ari Fahrial Syam, SpPD, menjelaskan alasan terbanyak kenapa seseorang membatalkan puasa Ramadan. Hasil pengamatannya ini merujuk pada satu kondisi kesehatan yang cukup dominan dialami masyarakat.

"Pengamatan saya sebagai seorang dokter panyakit dalam, sebagian besar pasien yang datang ke saya dan mengatakan batal puasa, itu karena masalah pencernaan. Sebagian dari mereka batal karena sahur hanya menengguk air putih dengan alasan tidak biasa makan sebelum subuh," paparnya ke Okezone melalui pesan singkat, Selasa (14/5/2019).

perempuan muslim

Karena tidak adanya asupan makanan yang cukup saat sahur, maka yang terjadi kemudian ialah nyeri ulu hati, mual, dan muntah. Dia melanjutkan, nyeri ulu hati memang seharusnya tidak sampai membatalkan puasa, tapi untuk sebagian pasien nyeri ulu hati sangat mengganggu.

"Di sisi lain pasien yang datang ke saya mengatakan kalau keluhan sakit maagnya membaik selama puasa. Walau ajaran agama sudah menganjurkan berpuasa agar sehat, tetapi kita harus tetap memperhatikan makanan dan minuman selama buka dan sahur agar kita terhindar dari gangguan pencernaan dan tetap bisa melaksanakan puasa tanpa batal," ujar dokter Ari.

Penyebab lain seseorang membatalkan puasa ialah diare. Diare umumnya timbul pada pagi hari. Penyebab utama diare adalah konsumsi makanan yang tidak tepat. Makanan terlalu pedas dan asam menjadi pencetus kenapa mereka mengalami diare.

Belum lagi makanan yang dicurigai sudah terkontaminasi dan tetap dikonsumsi, hal ini bisa menjadi penyebab kenapa pasien yang batal puasa mengalami diare. "Informasi ini menjadi penting agar masyarakat Muslim yang menjalani puasa harus pandai-pandai memilih makanan," sambungnya.

Dokter Ari menambahkan, jika memang kondisi kesehatan Anda menurun selama puasa, tidak ada salahnya untuk pergi ke dokter untuk tahu lebih pasti bagaimana penanganan yang terbaik. Bagaimana pun, puasa Ramadan jika dilalui dengan tepat dan sesuai dengan ajaran Islam, akan membuat tubuh jauh lebih sehat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini