NABI Muhammad SAW memiliki 13 istri, mereka dinikahi dalam waktu dan tempat terpisah. Bahkan kisah pernikahan mereka juga berbeda-beda. Salah satu istri Rasulullah adalah Juwairiyah, wanita cantik yang menjadi tawanan perang.
Dalam buku 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam dikisahkan bahwa Juwairiyah Binti Harist r.a. mengatakan, “Tiga hari sebelum kedatangan Nabi SAW, aku bermimpi melihat bulan seakan berjalan dari Yatsrib dan jatuh ke pangkuanku. Namun, aku tidak mau memberitahukan mimpi itu kepada seorang pun sebelum Rasulullah datang. Ketika kami tertawan, aku mengharapkan mimpi itu. Selanjutnya, Rasulullah membebaskanku dan menikahiku. Jadi, mimpi itu pun telah menjadi kenyataan".
Juwairiyah binti Härits Ummul Mukminin adalah junjungan Bani Mushtaliq. Wanita yang bertakwa, suci, khusyuk, dan ahli ibadah ini merupakan wanita yang cantik dan rupawan, keturunan orang-orang baik dan keturunan bangsawan. la adalah Barrah binti Hârits ibn Abi Dharar ibn Hubaib ibn Khuzaimah, yaitu al-Mushtaliq ibn Amr ibn Rabi'ah ibn Hâritsah ibn Amr al-Khuza'iyah al-Mushtaliqiyyah.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, namanya adalah Barrah. Namun, setelah menikahi, Nabi Muhammad memberinya nama Juwairiyah. Pasalnya, ia tidak senang jika dikatakan: "Rasulullah keluar dari rumah Barrah”.