Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Juwairiyah, Tawanan Cantik dan Manis yang Dinikahi Rasulullah

Viola Triamanda , Jurnalis-Selasa, 26 November 2019 |11:24 WIB
Kisah Juwairiyah, Tawanan Cantik dan Manis yang Dinikahi Rasulullah
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

Ketika menggambarkan kecantikan Juwairiyah, Sayyidah Aisyah mengatakan, "Juwairiyah adalah wanita yang cantik dan manis. Setiap orang yang melihatnya pasti jatuh hati kepadanya. Suatu kali ia mendatangi Rasulullah untuk meminta bantuan dalam urusan mukatabah bagi dirinya. Demi Allah, begitu melihatnya di depan pintu kamar, aku merasa tidak senang melihatnya. Aku pun tahu bahwa Rasulullah SAW akan melihat seperti yang aku lihat.”

Demikianlah, tawanan yang cantik dan seorang putri dari junjungan Bani Mushtaliq, Juwairiyah binti Harits, akhirnya menjadi madu bagi Aisyah r.a. juga para Ummahatul Mukminin lainnya yang menjadi istri Rasulullah.

Dalam Al-Ishábah, Ibnu Hajar menggambarkan bagaimana kekuatan iman Juwairiyah dan sejauh mana cintanya kepada Rasulullah. Ia mengisahkan, "Ayah Juwairiyah, al-Harits, mendatangi Rasulullah SAW kemudian berkata “Sesungguhnya putriku adalah tawanan yang tiada duanya. Namun, aku terlalu terhormat untuk itu.”

Rasulullah SAW pun bersabda: “Bagaimana menurutku jika kami memberinya pilihan? Tidakkah engkau menerima?" Al-Härits menyahut: "Baiklah." la pun menghampiri Juwairiyah dan memberikan pilihan kepadanya. Juwairiyah menjawab: 'Aku memilih Allah dan Rasul-Nya.

Dalam kitab Sirah, Ibnu Hisyam meriwayatkan bahwa al-Härits kemudian masuk Islam diikuti oleh dua putranya serta sejumlah orang dari kaumnya. Disebutkan pula bahwa Sayyidah Juwairiyah r.a., sebelum menjadi tawanan, adalah istri dari Musafi' ibn Shafwan al-Mushtaliqi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement