Hati Rasulullah SAW tersentuh mendengar apa yang dikatakan oleh Barrah. Karena itu, beliau bertanya, "Apakah engkau mau yang lebih baik dari pada itu?
Barrah bertanya dengan penasaran, "Apakah itu wahai Rasulullah?"
Rasulullah menjawab, "Aku akan membayar mukatabah-mu dan menikahimu."
Wajah Barrah yang jelita itu berbinar bahagia, tetapi ia masih belum percaya bahwa dirinya akan lepas dari penghinaan. Ia pun segera menjawab "Mau wahai Rasulullah."
Rasulullah bersabda, "Aku akan melakukannya."
Rasulullah melunasi perjanjian mukatabah yang disyaratkan oleh Tsabit. Beliau merdekakan Barrah lalu menikahinya dan memberinya nama Juwairiyah. Dengan menikahi Barrah, Rasulullah menghendaki agar Bani Khuza'ah menjadi besan beliau dengan harapan bahwa hal itu akan membuat mereka bisa menerima Islam.
Ketika kaum Muslimin mengetahui bahwa Nabi Muhmmad telah menikahi Juwairiyah, mereka berkata tentang Bani Mushtaliq, "Mereka adalah besan Rasulullah SAW."
Selanjutnya, Kaum Muslimin melepaskan para tawanan yang mereka kuasai. Atas pernikahan Rasulullah dengan Barrah tersebut, ada seratus tawanan Bani Mushtaliq yang dibebaskan. Karena itu, tidak ada wanita yang mampu turut memberi berkah besar untuk kaumnya melebihi Barrah.