nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komunitas Modest Fashion Ini Siap Tampung Karya Desainer Daerah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 19:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 23 617 2145311 komunitas-modest-fashion-ini-siap-tampung-karya-desainer-daerah-lrsCqSOdRI.jpg Indonesia Modest Fashion (Foto: Sukardi/Okezone)

Komunitas Enterpreneurs of Modest Fashion (EOMF) di bawah asuhan #Markamarie didirikan untuk menampung ide dari desainer-desainer daerah dan mempromosikan karya-karya mereka ke ruang publik.

EOMF sendiri merupakan kumpulan pengusaha yang bergerak di industri modest fashion dari pengusaha tekstil, manufaktur, aksesori, hingga pengusaha penyedia jasa kreatif.

 Modest fashion

EOMF belum lama ini menggelar acara di salah satu mall di Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, EOMF menggelar trunk show dan mencoba menunjukan pada masyarakat karya-karya dari para desainernya antara lain Rumah Oena, Gunardia's Boutique, Elsandi, Mela Technotic, Pyukanau, Els' Signature, CYA, Faz dan Niebel.

Koleksi yang mereka coba tampilkan lebih ke arah pakaian modest yang casual tapi tetap stylish. Beberapa koleksi juga tampil dengan gaya etnik hingga syari. Kesan pertama yang dapat dilihat juga ialah modern dengan sentuhan edgy yang kekinian.

Terkait dengan pengembangan komunitas desainer modest fashion ini, Pendiri #Markamarie Franka Soeria mengatakan, adanya EOMF membuat masyarakat dapat mengenal potensi brand daerah.

"Salah satu yang cukup baik adalah EOMF Jawa Barat. Di sini, banyak pengusaha fashion berbakat yang layak diberi kesempatan lebih luas. Kesempatan yang baik untuk semua akan membawa banyak dampak positif bagi perkembangan industri fashion," papar Franka.

Kehebatan desainer EOMF Jawa Barat juga dibenarkan pendiri Matahari Female Week Hanna Lovelly. Baginya, desainer modest Jawa Barat punya potensi yang baik di industri mode tanah air.

"Pengusaha mode dari Jawa Barat memiliki desain yang beda dibandingkan daerah lainnya. Banyak potensi besar di daerah yang dapat dikembangkan," sambung Hanny.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini