Viral Nama Bayi Corona COVID, Ini Maknanya Menurut Yusuf Mansur

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 20 April 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 614 2201856 viral-nama-bayi-corona-covid-ini-maknanya-menurut-yusuf-mansur-WiHF8pae2t.jpg Foto diambil dari Instagram Yusuf Mansur.

Ketika akhir zaman tiba, setiap insan akan dipanggil berdasarkan nama-masing-masing. Hal ini sebagaimana Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian,” (HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi).

Nah pada masa pandemi virus corona (COVID-19) ini Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Qur’an menyoroti viralnya sejumlah nama yang disematkan kepada anak yang baru lahir. Nama bayi tersebut yakni Karantina Covidah Corona, Vairus Abdul Covid, dan Siva Corona.

Ketika mengunggah foto kertas undangan tasyakuran bertuliskan nama tersebut ke akun Instagram @yusufmansurnew pada Senin (20/4/2010), ia mengatakan nama-nama itu sangat bagus. Kenapa bagus, berikut penjelasan lengkap Yusuf Mansur.

“Gambar-gambar (red.foto-foto) diambil dari IG nya sahabat saya yang sholeh dan penggerak dakwah yang hebat. Masya Allah.. Hehehe. Mangga langsung ke akun beliau. Ada pilihan nama yang unik-unik dan ya bagus. Ada sejarah, hehehe. Dikenang. Mangga buat yang sudah mau lahiran di masamasa COVID/Corona ini,” tulisnya.

Soal hikmah nama, mari kita liat. Izinkan saya belajar bareng. Kalo Covid nya adalah خافض. Satu dari Al Asmaa-ul Husnaa,” tambah Yusuf Mansur.

Menurutnya, arti Khoofidh adalah Yang Berhak Memuliakan dan Merendahkan. Lalu orangtua meminta anaknya sebagai bagian yang dimuliakan. Nah Khoofidh, yang boleh saja spelling Indonesianya COVID, bila diasosiasikan dari Khoofidh, maka artinya yang Berhak Meninggikan dan Merendahkan.

“Lalu kita minta anak kita jadi yang ditinggikan. Yang Maha Meluaskan Maha Menyempitkan. Lalu kita minta anak kita jadi yang diluaskan. Yang Berhak Mengayakan dan Memiskinkan. Tanpa sebab loh. Tanpa aturan. SekehendakNya. Lalu anak kita, kita minta jadi yang dikayakan... Kan gmn pikiran, perasaan, doa dan baik sangka kita. Maka ini mah bagus bennnneeerrrr,”tutur Yusuf Mansur.

Sedangkan Corona jika dimaknain Qarn, Qorona atau Quruun... قرن. atau قرون. Maka artinya masa atau waktu. “Dan masa atau waktunya adalah diidentifikasikan sebagai masa atau waktu terbaik, milik Sang Khofidh. Ini mah juga jadi cakep bennnneeerrrr...,” tulis Yusuf Mansur.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“So... COVID dan CORONA, rupanya juga gimana kita menerjemahkan dan mengasosiasikan... Jadikan masa-masa pandemi ini juga sebaik-baik zaman, sebaik-baik masa, sebaik-baik keadaan, dengan selalu berpikir baik, luas, hebat, positif. Termasuk dalam menulis, berbicara, dan merasa,” tambahnya.

Lalu bagaimana dengan Abdul Covid? Ia mengatakan Abdul Covid dijadikan literasi Bahasa Indonesia itu sah-sah aja. “Hamba Sang Khoofidh. Tulisannya biasanya: Khaafid. Khafid. Caviz. Cavid. Di Indonesianya biasanya itu. Nah ini literasi baru. Hahaha. Covid,” kata Yusuf Mansur.

Slide terakhir ini, bener yg komen... Spy dimudahkan cicilannya, hahaha. Atau spy punya showroom atau pabrik sekalian... Hahaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya