Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjelasan MUI soal Pro-Kontra Sholat Jumat Bergelombang

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2020 |18:43 WIB
Penjelasan MUI soal Pro-Kontra Sholat Jumat Bergelombang
Jamaah Sholat Jumat di Masjid Bimantara MNC Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat 12 Juni 2020 (Okezone.com/Salman Mardira)
A
A
A

Sholat Jumat bergelombang artinya dibuat dua shift atau lebih, misalnya pertama digelar pukul 12.00 hingga selesai. Selanjutnya jamaah tersisa Sholat Jumat pukul 14.00.

“Nah, ini lebih berani didalam mengambil ijtihatnya dalam beribadah,” kata dia.

Sementara pendapat pertama tidak berani melaksanakan ibadah kecuali seperti ditunjukkan Rasulullah “Di zaman Rasulullah kalau kita Jumatan tidak menutupi, maka (diganti) Sholat Dzuhur.”

Cholil menjelaskan jika ada argumentasi di Eropa atau beberapa negara minoritas Muslim ada penyelenggaraan Sholat Jumat berjamaah itu karena di wilayah itu kesulitan mencari tempat Sholat Jumat, baik masjid atau ruang-ruang besar.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement