Ada Wakaf Alquran, Santri Tak Perlu Lagi Bergantian Mushaf saat Mengaji

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 614 2230966 ada-wakaf-alquran-santri-tak-perlu-lagi-bergantian-mushaf-saat-mengaji-YSUNO5YMam.jpg ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran, Semarang menyalurkan mushaf Alquran melalui program wakaf Quran untuk para santri di Madrasah Diniyah Salafiyah Al-Ma'shum, Magelang, Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan madrasah tersebut tengah bersiap untuk kembali beraktifitas seperti biasa.

"Melihat antusiasme dan semangat mereka dalam mengaji, PPPA Daarul Quran Semarang terpanggil untuk bersilaturahmi dan membawa Mushaf Alqur'an serta masker untuk para santri," kata Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Semarang, Muhammad Nur Fauzan dalam siaran pers yang Okezone terima, Selasa (16/6/2020).

Kata Fauzan, pewakafan Alquran ini sebagai ikhtiar untuk selalu membumikan Alquran, dan mencetak generasi Qurani masih terus dilakukan. Terlebih, persiapan di era new normal menjadi pacuan semangat baru dalam misi melahirkan para generasi penghafal Alquran.

“Jazakumullah khair untuk segenap donatur yang telah mengamanahkan kami melalui program berbagi Alquran. Semoga dengan ikhtiar ini mampu menjadi ladang dakwah dalam membumikan Alquran hingga ke pelosok negeri,” terangnya.

 

Sementara itu pengurus Madrasah Diniyah Salafiyah Al-Ma'shum, Ustadz Afa mengatakan selama ini para santri saling bergantian untuk membaca Alquran, karena adanya keterbatasan mushaf sedangkan jumlah santrinya kurang lebih 400 orang.

"Allhamdulillah, dengan adanya penambahan Alquran ini santri jadi tidak perlu lagi bergantian mushaf saat hendak mengaji," tuturnya.

Baca juga: Sadio Mane, Anak Imam Masjid yang Sukses Jadi Bintang Sepakbola

Madrasah Diniyah Salafiyah Al-Ma'shum terletak di Desa Punduh, Tempuran, Magelang. Madrasah yang telah berusia lebih dari setengah abad ini menjadi lembaga pendidikan Alquran satu-satunya di dusun ini.

Setiap bada Magrib hingga Isya adalah waktu mereka untuk mengaji. Namun karena keterbatasan mushaf Alquran, maka sebagian santri harus saling bergantian. Meski demikian, mereka tetap semangat dalam menimba ilmu di sini, khusunya dalam menghafal dan mengamalkan Alquran.

(sal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini