Bagaimana Hukum Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 20:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 330 2247579 bagaimana-hukum-menikahi-perempuan-yang-hamil-di-luar-nikah-6wjkXPoj4d.jpg ilustrasi (stutterstock)

SEBAGIAN perempuan ada yang harus menerima kenyataan pahit seperti hamil di luar nikah. Bisa karena zina atau pemerkosaan. Lalu, bagaimana hukum menikahi perempuan yang sudah hamil di luar nikah?

"Hukum menikahi wanita yang sedang hamil itu tidak sah. Sesuai dengan firman Allah SWT Surah At-Thalaq ayat 4," kata seorang guru agama di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Ustadz Muhammad Sulaiman Nur saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Imutnya Hana Hanifah Berbalut Abaya hingga Pashmina

Allah SWT berfirman:

وَٱلَّٰٓـِٔى يَئِسْنَ مِنَ ٱلْمَحِيضِ مِن نِّسَآئِكُمْ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَٰثَةُ أَشْهُرٍ وَٱلَّٰٓـِٔى لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُو۟لَٰتُ ٱلْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا

Wal-lā`i ya`isna minal-maḥīḍi min nisā`ikum inirtabtum fa 'iddatuhunna ṡalāṡatu asy-huriw wal-lā`i lam yahiḍn, wa ulātul-aḥmāli ajaluhunna ay yaḍa'na ḥamlahunn, wa may yattaqillāha yaj'al lahụ min amrihī yusrā

Artinya: "Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. At Talaq:4).

Baca juga:  Ini 5 Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah yang Wajib Diketahui

Ayat tersebut menjelaskan, bahwa seorang perempuan hukumnya boleh dinikahi jika sudah melahirkan. Walaupun belum tuntas masa nifasnya, tapi sudah sah untuk dinikahi.

Namun apabila laki-laki atau perempuan itu memaksa menikah meskipun si perempuan masih dalam keadaan hamil, maka pernikahannya harus diulangi lagi karena kembali lagi dengan peraturan di awal, perempuan bisa dinikahi apabila sudah tidak dalam keadaan mengandung.

"Kalau dia memaksa nikah saat sedang hamil maka dia harus mengulangi pernikahannya. Ditambah jika berhubungan badan dengan laki-lakinya, selama itu dikategorikan maksiat," ujarnya.

 

Namun, ada sebagian ulama mengatakan tetap sah menikahi wanita yang hamil di luar nikah karena mereka tidak berlaku iddah. Kalau perempuan hamil ditinggal mati suami, maka berlaku masa iddah sehingga tidak sah jika dinikahi dalam masa iddah.

Sedangkan yang hamil di luar nikah, masa iddah tak ada sehingga tetap sah menikah. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Syekh M Nawawi Banten dalam kitabnya Qutul Habibil Gharib, Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib.

ولو نكح حاملا من زنا، صح نكاحه قطعا، وجاز له وطؤها قبل وضعه على الأصح

Artinya: "Kalau seorang pria menikahi perempuan yang tengah hamil karena zina, maka akad nikahnya secara qath’i sah. Menurut pendapat yang lebih shahih, ia juga tetap boleh menyetubuhi istrinya selama masa kehamilan."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya