Benarkah Kitab Suci Alquran Berisi 6.666 Ayat?

Pristia Astari, Jurnalis · Sabtu 08 Agustus 2020 01:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 614 2258836 benarkah-kitab-suci-alquran-berisi-6-666-ayat-HjfDYJEPAj.jpg Tadarus Alquran. (Foto: Unsplash)

KITAB suci Alquran sering dikatakan memiliki 6.666 ayat, benar enggak sih? Lalu dari manakah sumbernya? Apakah ada pendapat lain yang hasil penghitungannya berbeda? Atau, jangan-jangan kamu pernah coba menghitung sendiri jumlah ayat Alquran, lalu berapakah hasilnya?

Mengutip dari akun Youtube Lajnah Kemenag, Sabtu (8/8/2020), dalam kajian Ulumul Quran pembahasan tentang penghitungan ayat Alquran masuk ke ilmu 'Addi Ayyil Qur'an atau ilmu penghitungan ayat-ayat Alquran.

Baca juga: Alquran dan Sains: Jaring Laba-Laba Lebih Kuat dari Baja dengan Ukuran Sama 

Namun jika kamu ingin mengkaji lebih dalam ada beberapa kitab yang sudah dituliskan oleh para ulama, di antaranya:

1. Kitab Al-Bayan fi'addi ayil Qur'an karya Abu Amr Ad-Dani (wafat 444H/1052M).

2. Nadzimatuz-Zahr karya As-Syatibi (wafat 590 H/1194M).

3. Al Faraidul Hisan fi 'Addi Ayil-Qur'an karya Abdul Fatah Abdul-Gani al-Qadhi (wafat 1403H/1982M).

4. Al Muharrar al Wajiz fi 'Addi Ayil Kitabil-Aziz karya Abdur-Razaq Ali Ibrahim Musa.

Menurut Imam As-Suyuti, mayoritas para ulama Alquran bersepakat bahwa jumlah ayat Alquran adalah 6.000 ayat. Tetapi, mereka berbeda soal berapa lebihnya.

Perbedaan itu terjadi karena dua hal. Pertama, menurut Iman Az-Zarkasyi (wafat 794 H/1391 M) ketika membaca Alquran terkadang Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berhenti pada akhir ayat karena waqaf. Namun di lain waktu, beliau tidak berhenti di tempat tersebut, bahkan menyempurnakan bacaannya sehingga para sahabat yang mendengar menghitungnya sebagai akhir ayat (fasilah).

Kedua, perbedaan ulama terkait erat dengan enam salinan mushaf yang ditulis pada masa Utsman bin Affan yang didistribusikan ke Al Amshar atau beberapa wilayah Islam yang ketika itu meliputi Madinah, Makkah, Syam, Kufah, dan Basrah. Sementara Al Jabiri menambahkan satu lagi yaitu wilayah Hims. Khusus di wilayah Madinah, hasil penjumlahannya ada dua versi yang disebut Madani Awal dan Madani Akhir.

Baca juga: Gempa, Teguran Sekaligus Bukti Kasih Sayang Allah Ta'ala 

Berikut perbedaan jumlah ayat Alquran berdasarkan wilayahnya:

1. Hitungan Madani Awal merujuk riwayat Abu Amr ad-Dani yang bersambung hingga Ummu Salamah, istri Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, yang berjumlah 6.217 ayat.

2. Hitungan Madani Akhir berdasarkan riwayat Abu Amr ad-Dani yang bersambung hingga Abu Ja'far dan Syaibah bin Nashah secara marfu berjumlah 6.214 ayat.

3. Hitungan Al Makki (Makkah) disandarkan pada riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur Abdullah bin Katsir al Makki yang tersambung hingga Ubay bin Ka'ab yang berjumlah 6.210 ayat.

4. Hitungan Al Kufi (Kufah, Irak) disandarkan dari riwayat Abu Amr ad-Dani yang tersambung hingga Ali bin Abi Talib berjumlah 6.236 ayat.

5. Hitungan Al Bashri (Basrah, Irak) disandarkan dari riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur 'Ashim al Jahdari dan Atha bin Yasar berjumlah 6.204 ayat.

6. Al Himsyi menurut Al Mutawalli disandarkan dari riwayat Syuraikh bin Yazid al Himsyi al Hadami berjumlah 6.232 ayat.

Dari enam riwayat tersebut, hitungan yang paling banyak dijadikan acuan hanya ada dua. Pertama, Mazhab al Kuffiyun dari jalur Ali bin Abi Talib dengan jumlah 6.236 ayat. Hitungan ini diikuti mayoritas negara-negara Muslim, termasuk Mushaf Madinah dan Mushaf Standar Indonesia.

Kedua, hitungan Madani Awal disandarkan pada riwayat Imam Nafi dari riwayat Abu Ja'far bin Yazid al Qa'qa dengan jumlah 6.217 ayat. Hitungan ini dipakai oleh Mushaf al Jamahiriyah dengan riwayat Qalun an Nafi yang diterbitkan oleh Libya.

Baca juga: Burung Jadi Inspirasi bagi Manusia, Tercatat dalam Alquran dan Diakui Sains 

Lalu, bagaimana dengan jumlah 6.666 ayat?

Ternyata jumlah 6.666 ayat tersebut berasal dari keterangan Syekh Nawawi al Bantani dalam kitabnya Nihayatuz-Zain fi Irsyadil-Mubtadiin juga pendapat dari Az-Zuhaily dalam At-Tafsir al-Munir fil 'Aqidah wasy Syari'ah wal Manhaj.

Menurut Syekh Nawawi, bilangan 6.666 ayat terdiri dari 1.000 ayat tentang perintah; 1.000 ayat tentang larangan; 1.000 ayat tentang janji; 1.000 ayat tentang ancaman; 1.000 ayat tentang kisah-kisah dan kabar-kabar; 1.000 ayat tentang 'ibrah dan tamsil; 500 ayat tentang halal dan haram; 100 ayat tentang nasikh dan mansukh; serta 66 ayat tentang doa, istigfar dan zikir.

Lantas, mengapa bisa berbeda penghitungan jumlah ayat Alquran?

Terkait perbedaan penghitungan jumlah ayat oleh para ulama itu juga disebabkan metode yang digunakan ada yang menghitung berdasarkan kandungan ayat bukan menghitung satu per satu ayat dalam perspektif ilmu addul-ayi seperti yang dilakukan Syekh Nawawi. Juga karena perbedaan pilihan riwayat atau qiraat seperti mushaf jamahiriyah yang memilih qiraat imam Qalun dari Imam Nafi.

Wallahu a'lam bishawaf.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Asal-usul Besi dalam Surah Al Hadid 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini