Baca Doa Ini jika Hati Kamu Sedang Galau

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 618 2264708 baca-doa-ini-jika-hati-kamu-sedang-galau-223IqyK0HZ.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SUDAH menjadi sifat manusia terkadang merasa galau atau gundah gulana, Hal itu bisa dipicu oleh persoalan duniawi. Akan tetapi, kondisi seperti ini tidak bisa lantas dibiarkan. karena jelas akan menimbulkan efek negatif.

Lantas bagaimana mengatasi kegalauan yang kerap datang di benak kita?. Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta, Ustadz Agustin Amirudin berujar bahwa obat dari segala macam sakit yang ada dalam hati adalah zikir dan doa.

"Saya biasa zikir dengan Asmaul Husna jika hati dalam keadaan sedih dan gundah," kata dia kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, ada doa sebagai pelengkap zikir yang juga bisa diamalkan. Doanya adalah sebagai berikut:

Baca juga: Yuk, Hilangkan Kegalauan dengan Membaca Sholawat Syifa

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu."

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga pernah mengajarkan sebuah doa kepada salah satu sahabat yakni Al-Walid Ibnul Walid:

روينا في كتاب ابن السني، عن الوليد بن الوليد رضي اللّه عنه أنه قال‏:‏ يارسول اللّه‏!‏ إني أجدُ وحشةً، قال‏:‏‏"‏إذَا أخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَقُلْ‏:‏ أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏.‏ فإنَّها لا تَضُرُّكَ أوْ لا تَقْرَبُكَ‏"

Artinya: "Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibnu Sinni dari Al-Walid Ibnul Walid RA, ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya merasa gelisah.’ ‘Bila kau naik ke tempat tidur, hendaklah berdoa, ‘A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn' Niscaya ia tidak membahayakanmu atau tidak mendekatimu," (HR Ibnu Sinni).

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini