Ini Syarat Khutbah Jumat Menurut Mazhab Imam Syafii

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 330 2376111 ini-syarat-khutbah-jumat-menurut-mazhab-imam-syafii-f27hzzQtbu.jpg Jamaah Sholat Jumat. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Syarat khutbah sholat Jumat harus dipenuhi, bila ada salah satu yang tak lengkap maka sholat Jumat tidaklah sah. Dalam mahzab Syafi'i ada syarat dua kali khutbah.

Adapun syarat dua khutbah sholat Jumat menurut madzhab Imam Syafii yakni ;

1. Khatib berdiri pada dua khutbah ketika ia mampu dan kedua khutbah dipisah dengan duduk.

Baca Juga: Sholat Jumat Online, Jangan Mengkreasikan Ibadah Tanpa Tuntunan

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, 

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَخْطُبُ خُطْبَتَيْنِ يَقْعُدُ بَيْنَهُمَا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan dua khutbah dan duduk di antara keduanya.” (HR. Bukhari no. 928).

Juga dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, 

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَقْعُدُ ثُمَّ يَقُومُ ، كَمَا تَفْعَلُونَ الآنَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berkhutbah sambil berdiri kemudian duduk lalu beliau berdiri kembali. Itulah seperti yang kalian lakukan saat ini.” (HR. Bukhari no. 920 dan Muslim no. 862).

Baca Juga: Mau Sholat Jumat, Perhatikan 11 Hal Ini Agar Pahala Mengalir

2. Khutbah dilakukan kemudian sholat.

Hal ini berdasarkan banyak hadits yang menerangkannya dan adanya ijma’ atau kata sepakat para ulama dalam hal ini.

3. Khatib suci dari hadats kecil maupun hadats besar, suci pula dari najis yang tidak dimaafkan yaitu pada pakaian, badan dan tempat, begitu pula khatib harus menutup aurat.

Khutbah itu seperti sholat dan sebagai gantian dari dua raka’at yang ada pada sholat Zuhur. Oleh karenanya sama halnya dengan shalat, disyaratkan pula syarat sebagaimana sholat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Rukun khutbah diucapkan dengan bahasa Arab.

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan, rukun khutbah mesti diucapkan dengan bahasa Arab walaupun rukun khutbah tersebut tidak dipahami. Jika tidak ada yang paham bahasa Arab dan berlalunya waktu, maka semuanya berdosa dan Jumatan tersebut diganti dengan sholat Zuhur.

Adapun jika ada waktu yang memungkinkan untuk belajar bahasa Arab, maka rukun khutbah yang ada boleh diterjemahkan dengan bahasa apa saja. Seperti ini Jumatannya jadi sah.

5. Berurutan dalam mengerjakan rukun khutbah, lalu berurutan pula dalam khutbah pertama dan kedua, lalu shalat.

Jika ada jarak yang lama (yang dianggap oleh ‘urf itu lama) antara khutbah pertama dan kedua, juga ada jarak yang lama antara kedua khutbah dan shalat, khutbah jadi tidak sah. Jika mampu, wajib dibuat berurutan. Jika tidak, maka shalat Jumat diganti shalat Zhuhur.

6. Yang mendengarkan rukun khutbah adalah 40 orang yang membuat jumatan jadi sah.

Demikian semoga dipahami apa yang menjadi pemahaman dalam madzhab Imam Syafi’i sebagaimana dikutip laman Rumasyo. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya