Muslimah Lepas Jilbab Demi Karier, Bagaimana Islam Memandangnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 330 2426590 muslimah-lepas-jilbab-demi-karier-bagaimana-islam-memandangnya-ModUWqUYsx.jpg Jilbab menjaga kehormatan muslimah. (Foto: Freepik)

LEPAS Jilbab demi karier atau popularitas sering kali ditemui. Muslimah yang tadinya sudah bertekad mengenakan jilbab namun melepasnya karena demi karier, popularitas atau alasan belum siap sepenuhnya lahir batin.

Lepas hijab juga bi sa dikarenakan desakan suami yang ingin melihat istrinya tampil modis dan update soal busana. Lantas bagaimana Islam memandang hal ini. 

Allah mewajibkan wanita berjilbab mengapa? Tujuan terbesarnya adalah untuk menjunjung tinggi kedudukan dan martabat wanita. 

Baca Juga: Kisah Ummu Sulaim binti Milhan Ibunda Anas bin Malik yang Dijamin Rasulullah Masuk Surga

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59)

Baca Juga: Perempuan Bercadar di Kalimantan Barat Menikah Disaksikan Ayah Kandungnya Seorang Pendeta

Allah Dzat yang paling tahu karakter manusia. Allah tahu bagaimana kecenderungan lelaki fasik terhadap wanita. Mereka begitu bersemangat untuk mengganggu wanita yang mereka nilai kurang terhormat. Namun semangat itu akan hilang, ketika wanita yang ada di hadapan mereka mengenakan jilbab dan menjaga kehormatan. Dan itu wujud dari kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Karena itulah, Allah akhiri ayat ini dengan menyebutkan dua nama-Nya yang mulia: “Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (simak Tafsir As-Sa’di, hlm. 671).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan  sesungguhnya ada cara menjemput rezeki tanpa melanggar larangan syariat. Sesungguhnya rezeki 100% datang dari Allah. Inilah konsep yang selayaknya ditanamkan dalam diri Muslim dan Muslimah  sebagaimana yang Allah tegaskan dalam Al-Quran, 

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada satupun makhluk yang hidup di muka bumi ini, kecuali rezekinya ditanggung Allah…” (QS. Hud: 6).

Di ayat yang lain, Allah juga mengingatkan, 

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ

“Janganlah kalian membunuh anak kalian karena kondisi miskin. Aku yang akan memberi rizki kalian dan memberi rizki mereka (anak kalian)..” (QS. Al-An’am: 151).

Camkanlah dalam lubuk hati, rezeki itu datang dari Allah, sementara kerja yang dilakukan, sejatinya hanyalah sebab untuk menjemput rezeki itu. Dan tentu saja, yang namanya sebab untuk mendapatkan rezeki itu, tidak hanya satu, namun beraneka ragam.

"Kaitannya dengan hal ini, perlu kita sadari, tidak mungkin Allah simpan sebagian rezeki salah seorang hamba-Nya, sementara dia hanya bisa memperolehnya dengan cara melanggar larangannya. Karena jika demikian, berarti Allah telah mendzalimi hamba-Nya," ujarnya melansir laman Konsultasisyariah.

Dengan demikian, rezeki Allah pasti bisa diperoleh dengan cara yang halal, tanpa harus menerjang aturan syariat. Sejuta jalan halal yang bisa ditempuh untuk menjemput rezeki.

Allahu a’lam

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya