Benarkah Bulan Mengikuti Matahari? Ini Jawaban Alquran dan Sains

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 01:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 614 2445152 benarkah-bulan-mengikuti-matahari-ini-jawaban-alquran-dan-sains-nOyvwtBPwx.jpg Ilustrasi bulan. (Foto: Creativeart/Freepik)

ALQURAN dan sains kali ini menjelaskan fenomena terkait bulan dan matahari. Muncul pertanyaan, benarkah bulan mengikuti matahari? Berikut ini jawabannya.

Matahari sendiri bertugas menyinari Planet Bumi sehingga bisa terlihat objek-objek yang ada di permukaannya. Munculnya matahari menandakan masuknya waktu pagi dan terbenamnya menunjukkan waktu malam.

Baca juga: 3 Bukti Makkah Kota Paling Suci di Dunia, Termasuk Keberadaan Baitullah 

Terdapat ayat di dalam Alquran yang menyebutkan tentang matahari dan bulan. Tepatnya dalam Surah Asy-Syams Ayat 1 sampai 2:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا

وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

Artinya: "Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya." (QS Asy-Syams: 1–2)

Ilustrasi gerhana matahari. (Foto: Science Alert)

Dalam buku 'Sains dalam Alquran' karya Nadiah Thayyarah dijelaskan bahwa pada ayat ini Allah Subhanahu wa ta'ala bersumpah atas nama matahari dan waktu dhuha-nya, sedangkan matahari adalah bintang terdekat dari Bumi.

Allah Subhanahu wa ta'ala bersumpah atas nama waktu dhuha, yaitu sesaat setelah terbitnya matahari hingga sebelum datang waktu Sholat Zuhur.

Baca juga: Alquran dan Sains: Air Bumi Kembali Murni Berkat Turunnya Hujan 

Matahari adalah sumber cahaya, energi, dan kehangatan bagi Bumi. Allah Subhanahu wa ta'ala bersumpah atas nama bulan ketika mengiringi matahari dalam hal menyinari Bumi, yaitu ketika matahari telah terbenam. Ini merupakan petunjuk bahwa bulan mengiringi matahari dalam hal terbenam dan terbitnya.

Bulan berputar pada porosnya dengan kecepatan 1 kilometer per detik. Ia berputar mengelilingi Bumi dengan kecepatan yang sama dan menyelesaikan satu siklus revolusinya terhadap Bumi selama 29,5 hari.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagi penduduk Bumi, hanya satu sisi bulan yang tampak bagi mereka karena waktu yang ditempuh bulan untuk mengelilingi Bumi sama dengan waktu yang digunakannya untuk berotasi pada porosnya.

Suhu permukaan bulan berubah-ubah. Pada siang hari suhunya 110 derajat Celsius pada sisi yang menghadap matahari, dan pada malam hari suhunya turun hingga minus 120 derajat Celsius.

Baca juga: Deretan Obat Herbal Berkhasiat dalam Ajaran Islam, Bisa Cegah Covid-19 

Atmosfer yang melingkupi bulan sangat sedikit. Hal ini menyebabkan bulan menjadi sasaran hantaman berbagai meteorid secara terus-menerus. Oleh karena itu, permukaan bulan dipenuhi dengan lubang-lubang melingkar yang sangat dalam, dengan diameter mencapai 5 kilometer dan kedalaman 20 km.

Orbit revolusi bulan terhadap Bumi sedikit miring dari orbit revolusi Bumi terhadap matahari. Maka itu, manusia bisa melihat penampakan peredaran matahari dan bulan di langit dari timur ke barat tampak berdekatan, sehingga keduanya senantiasa beradu cepat.

Jadi, bulan bertemu matahari setiap sebulan sekali. Hal itu dimulai dengan munculnya hilal di ufuk barat setelah terbenamnya matahari, kemudian bulan berangsur-angsur tertinggal dari matahari.

Baca juga: Alquran dan Sains: Rasulullah Ajarkan Diet sebagai Obat Berbagai Penyakit 

Ketika bulan purnama, terbitnya bulan berbarengan dengan terbenamnya matahari. Setelah itu, bulan terlambat terbit sekira 50 menit setiap hari, dan keterlambatan ini berlanjut hingga hilal bisa dilihat pada tengah hari.

Mungkin inilah yang dimaksud dengan firman-Nya:

وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

Artinya: "Dan bulan apabila mengiringinya." (QS Asy-Syams: 2)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya