Kandungan Surat Al Hajj Ayat 7, Lengkap dengan Arti dan Tafsirnya

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 330 2450287 kandungan-surat-al-hajj-ayat-7-lengkap-dengan-arti-dan-tafsirnya-ax5PLgcFYw.jpg Ilustrasi kandungan Surat Al Hajj Ayat 7. (Foto: Freepik)

KANDUNGAN Surat Al Hajj Ayat 7 banyak dicari kaum Muslimin. Al Hajj sendiri merupakan surat ke-22 dalam kitab suci Alquran. Al Hajj termasuk surat yang diturunkan di Kota Madinah atau Madaniyyah dan terdiri dari 78 ayat.

Surat Al Hajj berisi kandungan tentang peringatan hadirnya hari kiamat. Semua akan dibangkitkan, termasuk orang yang sudah meninggal di dalam kubur. Ini menegaskan akan kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Viral Penjual Gulali Layani Pembeli Sambil Bacakan Surah Al Baqarah 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Wa annas Saa'ata aatiya tul laa raiba feeha wa annal laaha yab'asuman fil quboor

Artinya: "Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur." (QS Al Hajj: 7)

Berikut tafsir Surat Al Hajj Ayat 7, sebagaimana dikutip dari Alquran Digital Okezone:

Setelah Allah Subhanahu wa ta'ala mengemukakan proses perkembangan manusia dan tumbuh-tumbuhan itu pada ayat-ayat yang lalu, maka pada ayat-ayat berikut ini disimpulkan lima hal:

Baca juga: Menghafal 10 Ayat Surah Al Kahfi, Apa Keutamaannya? 

1. Tuhan yang diterangkan pada ayat-ayat di atas adalah Tuhan yang sebenarnya, Tuhan Yang Mahakuasa, yang menentukan segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang sanggup menciptakan manusia dengan proses yang demikian itu, yaitu menciptakan manusia dari tanah, kemudian menjadi mani, nutfah (zygat), sel-sel, mudhgah, janin, kemudian lahir ke dunia, lalu menjadi dewasa, berketurunan, bertambah tua, akhirnya meninggal dunia menjadi makhluk yang mati kembali. Siapakah yang sanggup membuat proses kejadian manusia seperti itu. Siapakah yang sanggup merubah tanah yang mati dan tandus menjadi tanah yang subur serta ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam. Siapakah yang membuat ketentuan dan aturan-aturan yang demikian rapi dan teliti itu, selain dari Allah yang wajib disembah?

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Dialah yang menghidupkan yang mati. Menghidupkan yang mati berarti memberi nyawa kepada yang mati itu, di samping memberi kelengkapan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, baik kelangsungan hidup makhluk itu sendiri atau pun kelangsungan hidup jenisnya. Kemudian Dia mematikannya kembali. Zat yang dapat menghidupkan yang mati, kemudian mematikannya, tentu Zat itu sanggup pula menghidupkannya kembali pada hari Kebangkitan. Menghidupkan makhluk kembali itu adalah lebih mudah dari menciptakannya pada kali yang pertama.

Baca juga: Jangan Lupa Baca Surah Al Kahfi Setiap Jumat, Keberkahan Ini Bakal Diraih 

3. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya; tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubah dan menghalangi kehendak-Nya itu.

4. Hari Kiamat yang dijanjikan itu pasti datang; tidak ada keraguan sedikit pun, agar orang-orang yang ingkar itu mengetahui.

5. Bahwa setelah kiamat manusia akan dihidupkan kembali untuk diperiksa amal-amalnya dan menerima balasan amal-amal itu.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya