KISAH gadis China atheis jadi mualaf setelah berteman dengan pemuda Indonesia di Jerman sangat menarik diketahui. Kemudian juga sangat menginspirasi banyak orang dalam meraih hidayah Islam dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Hal inilah yang dialami Fatimah. Fatimah sendiri mengenal Islam sejak tinggal dan mengenyam pendidikan di Jerman. Dia bertemu sosok pemuda Indonesia bernama Yudha. Keterbatasan bahasa ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jerman membuat Fatimah tidak memiliki banyak teman. Namun, Yudha jutsru bersikap sangat baik kepadanya.
Baca juga: Masuk Islam, Wanita Mantan Atheis Ini Sukses Jadi Pengusaha Restoran Halal
Kedekatan itu lambat laun memperkenalkan Fatimah pada agama yang dianut Yudha yakni Islam. Pertanyaan demi pertanyaan seputar Islam sering dilontarkan Fatimah kepada Yudha.
Sampai akhirnya Fatimah pun mantap memeluk Islam dan berhijab. Fatimah dan Yudha kini telah menikah dan menjalani hidup bahagia di Indonesia. Sejak menikah dengan Yudha, Fatimah ikut tinggal bersama sang suami.

Tidak ingin hanya berdiam diri di Indonesia, dirinya lantas coba mendirikan restoran halal China Muslim. Restoran tersebut diberi nama Long Feng Tang.
Bagi Fatimah, mendirikan usaha di Indonesia mulanya terasa sangat sulit. Ketakutan tidak ada pelanggan yang berkunjung pun sempat dirasakan.
"Susah banget, saya enggak kepikiran bisa menjalankan ini. Saya bilang ke Yudha (suami): Ya sudah yang penting ada uang masuk selama satu bulan untuk anak sudah cukup," ujar Fatimah, dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas.
Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Patahkan Isu Islam Agama Sial, Bisnisnya Justru Makin Sukses
Ia sadar betul tidak ada yang bisa dilakukan selain berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Fatimah yakin pertolongan Allah Ta'ala akan datang dan mempermudah bisnis yang dijalani.
"Dulu pas bikin restoran kan awal-awal sholat, waktu itu bingung, bagaimana caranya customer datang. Tapi berdoa terus, Alhamdulillah," lanjutnya.
Dari keyakinan Fatimah terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala, titik terang pun mulai muncul. Entah bagaimana, ada beberapa stasiun televisi yang tertarik meliput restoran masakan Chinese halal milik Fatimah.
"Waktu sudah buka dua bulan tiba-tiba sempat diliput. Kaget, kenapa kok ngeliputnya ke kita, bukan restoran lain? Kami kan baru buka, belum ada sejarahnya, tapi kok bisa sih diliputnya ke kami?" kata Fatimah dalam bahasa Jerman yang kemudian diterjemahkan oleh sang suami.
Baca juga: Kisah Pilot Rusia Masuk Islam Setelah Lihat Penumpang Muslim Sholat ketika Mesin Pesawat Mati
Enggan berbesar hati, Fatimah menganggap semua ini adalah jawaban dari doa-doanya kepada Allah Subhanau wa ta'ala. Menurut dia, Allah Ta'ala-lah yang menggerakan hati pihak-pihak stasiun televisi untuk mampir dan meliput Restoran Long Feng Tang.
"Karena kalau tanya ke teman atau keluarga enggak ada yang kerja di lingkungan TV (untuk promosi) atau di mana. Siapa yang bisa bantu? Ya hanya Allah," tuturnya.
Selama menceritakan kisah itu, Fatimah tidak henti-hentinya tersenyum dan terus merasa bersyukur. Rasa terima kasihnya begitu besar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala lantaran telah mendengar doanya dalam waktu yang terbilang singkat.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)