Share

Maulid Nabi, Simak Kisah Rasulullah Menerima Wahyu Pertama di Gua Hira

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Sabtu 08 Oktober 2022 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 08 330 2683037 maulid-nabi-simak-kisah-rasulullah-menerima-wahyu-pertama-di-gua-hira-Xl42HHxu8z.jpg Ilustrasi di momen maulid Nabi menyimak kisah Rasulullah menerima wahyu pertama di Gua Hira. (Foto: Shutterstock)

DI momen maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal kalender Hijriah atau bertepatan hari ini Sabtu 8 Oktober 2022M, sangat penting menyimak kisah-kisah mulia beliau. Salah satunya kisah Rasulullah menerima wahyu pertama di Gua Hira.

Diketahui bahwa Gua Hira merupakan tempat yang sangat bersejarah bagi Umat Islam. Pasalnya di tempat inilah wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Berikut ini kisah Rasulullah saat mendapatkan wahyu pertama tersebut.

BACA JUGA:10 Ribu Muslim Inggris Adakan Pawai Memperingati Maulid Nabi Muhammad 

Dilansir nu.or.id, kejadian itu bermula ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sangat prihatin akan keruntuhan moral yang sangat mengkhawatirkan di Kota Makkah.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam adalah seorang pria yang sering merenung dan berpikir, kontemplasi (olah spiritual), memikirkan fenomena alam dan lingkungan sekitarnya di tempat yang jauh dari keramaian. 

Gua Hira tempat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menerima wahyu pertama. (Foto: Shutterstock)

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar menemukan sesuatu yang mencerahkan dirinya dan kaumnya. Sikap itu terus dilakukannya dan dibarengi dengan memberikan sedekah serta makanan kepada fakir miskin.

BACA JUGA:Maulid Nabi, Ketahui Warna Pakaian Kesukaan Nabi Muhammad 

Hingga pada suatu malam di bulan Ramadhan tahun 610 Masehi, di sudut Gua Hira, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dikejutkan oleh turunnya wahyu yang pertama dari Allah Subhanahu wa ta'ala, sebagaimana hadis berikut ini.

"Dari Aisyah Ummul Mukminin radliyallahu ‘anha, ia berkata: 'Permulaan wahyu yang diterima oleh Rasulullah adalah ar-ru’ya ash-shalihah (mimpi yang baik) dalam tidur. Biasanya mimpi yang dilihatnya itu jelas laksana cuaca pagi. Kemudian beliau jadi senang menyendiri; lalu menyendiri di gua Hira untuk bertahannuts. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bertahannuts, yaitu beribadah di sana beberapa malam, dan tidak pulang ke rumah istrinya. Dan untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian beliau pulang kepada Khadijah, dan di bawanya pula perbekalan untuk keperluan itu, sehingga datang kepada beliau Al-Haqq (kebenaran, wahyu) pada waktu beliau berada di Gua Hira.

Maka datanglah kepada beliau malaikat dan berkata, 'Bacalah!' Jawab beliau, 'Aku tidak bisa membaca.' Nabi bercerita, 'Lalu malaikat itu menarikku dan memelukku erat-erat sehingga aku kepayahan.

Kemudian ia melepaskanku dan berkata lagi, 'Bacalah!' Dan aku menjawab, 'Aku tidak bisa membaca.' Aku lalu ditarik dan dipeluknya kembali kuat-kuat hingga habislah tenagaku. Seraya melepaskanku, ia berkata lagi, 'Bacalah!' Aku kembali menjawab, 'Aku tidak bisa membaca.' Kemudian untuk ketiga kalinya ia menarik dan memelukku sekuat-kuatnya, lalu seraya melepaskanku ia berkata:

(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; (2) Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah; (3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah; (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena); (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS Al Alaq (96): 1–5)

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam pulang ke rumah istrinya Khadijah binti Khuwailid dengan hati gemetar ketakutan. Ia memohon kepada Khadijah untuk menyelimuti dirinya. Khadijah menyelimuti Muhammad hingga hilanglah ketakutannya.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bercerita kepada Khadijah. Setelah menceritakan apa yang baru dialaminya, Nabi berkata, "Sesungguhnya aku mencemaskan diriku." 

Khadijah berkata, "Sama sekali tidak. Demi Allah, Allah selamanya tidak akan menghinakan engkau. Sesungguhnya engkaulah orang yang selalu menyambung tali persaudaraan, selalu menanggung orang yang kesusahan, selalu mengusahakan apa yang diperlukan, selalu menghormati tamu dan membantu derita orang yang membela kebenaran."

Setelah itu, Khadijah pergi membawa Muhammad menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, anak paman Khadijah. Waraqah adalah seorang Arab pemeluk agama Nasrani di zaman jahiliyah. Ia pandai menulis kitab dalam bahasa Ibrani dan ia pun menulis Injil dengan bahasa Ibrani. Ia seorang tua yang buta.

Khadijah berkata kepada Waraqah, "Wahai anak pamanku, dengarkanlah cerita anak saudaramu ini."

Waraqah bertanya kepada Nabi, "Wahai anak saudaraku, apakah yang kau lihat?"

Lalu Nabi menceritakan apa yang beliau lihat dan alami di Gua Hira. Kemudian Waraqah berkata lagi kepada Muhammad, "Itulah Namus (Jibril) yang pernah diutus Allah kepada Musa. Mudah-mudahan aku masih hidup di saat engkau diusir kaummu." 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lalu bertanya, "Apakah mereka akan mengusirku?"

Waraqah menjawab, "Ya, sebab setiap orang yang membawa seperti apa yang engkau bawa pasti dimusuhi orang. Jadi kelak engkau mengalami masa-masa seperti itu, dan jika aku masih hidup, aku pasti akan menolongmu sekuat tenagaku."

Namun, tidak lama kemudian, Waraqah meninggal dunia. Ia pergi untuk selamanya meninggalkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Saat itulah Rasulullah menerima wahyu pertama yang terus diturunkan secara berkelanjutan serta menandai akan dimulainya peradaban Islam.

Allahu a'lam bisshawab

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini