Share

Keutamaan Surat Al Hujurat Ayat 13 yang Jadi Pembuka Piala Dunia 2022 Qatar

Hantoro, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 330 2712233 keutamaan-surat-al-hujurat-ayat-13-yang-jadi-pembuka-piala-dunia-2022-qatar-RtkXJBYe8x.jpg Ilustrasi keutamaan Surat Al Hujurat Ayat 13 yang jadi pembuka Piala Dunia 2022 Qatar. (Foto: Shutterstock)

SURAT Al Hujurat Ayat 13 menjadi pembuka Piala Dunia 2022 Qatar. Ayat suci Alquran ini dibaca oleh hafidz penyandang disabilitas Ghanim Al Muftah. Ayat ini ternyata memiliki keutamaan yang sangat luar biasa besar.

Keutamaan Surat Al Hujurat Ayat 13 mengingatkan manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Surat Al Hujurat berada di urutan ke-49 dalam kitab suci Alquran, setelah Surat Al Fath. Surat Al Hujurat terdiri atas 18 ayat dan masuk golongan Madaniyyah atau turun di Kota Madinah.

BACA JUGA:Profil Ghanim Al Muftah, Penyandang Disabilitas yang Membuka Piala Dunia 2022 Qatar dengan Bacaan Alquran 

Ghanim Al Muftah membacakan Surat Al Hujurat Ayat 13 di pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar. (Foto: Instagram @iamyedoo)

Berikut isi Surat Al Hujurat Ayat 13, sebagaimana terdapat dalam Alquran Digital Okezone:

ى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ

Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti." (QS Al Hujurat (49): 13)

BACA JUGA:Makna Surat Al Hujurat Ayat 13 yang Dibaca saat Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar 

Dikutip dari nu.or.id, pesan dalam ayat ini begitu universal. Dijelaskan penghapusan "kasta" dalam masyarakat Arab; menegaskan kembali bahwa sebagai hamba Allah Subhanahu wa ta'ala bukan nasab, harta, bentuk rupa, atau status pekerjaan yang menentukan keutamaan hamba Allah, tetapi ketakwaan.

Disebutkan bahwa ketakwaan itu tidak bisa dibeli atau diraih dengan mengandalkan keutamaan nasab, suku atau marga, tapi dengan amal shalih. Sayang, belakangan ini malah banyak yang hendak mengembalikan "kasta" masyarakat Arab yang sudah dihapus Nabi ini. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Imam Muslim dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Allah tidak memandang kepada penampilan dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian."

Manusia tidak bisa memilih lahir dari rahim ibu yang beragama apa, atau keturunan siapa, atau tinggal di mana. Keragaman tidak dimaksudkan untuk saling meneror, memaksa, atau membunuh.

Alquran mengenalkan konsep yang luar biasa, yakni keragaman itu untuk manusia saling mengenal satu sama lain. Dengan saling mengenal perbedaan, manusia bisa belajar membangun peradaban.

Dengan saling tahu perbedaan di antara manusia maka akan lebih toleran; mendapat kesempatan belajar satu sama lain. Kesalahpahaman sering terjadi karena umat manusia belum saling mengenal keragaman di antara sesama.

Tidak cukup interaksi Anda itu hanya untuk mengenal yang lain, mereka pun harus juga mengenal Anda. Interaksi kedua belah pihak akan melahirkan tidak hanya simpati tapi juga empati. Kalau Anda meminta orang lain memahami Anda, maka pihak lain pun meminta hal yang sama. Langkah awalnya persis seperti pesan Alquran: saling mengenal.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini