CIRI-ciri visa palsu jamaah haji Indonesia dibahas Okezone Muslim. Beberapa waktu lalu sempat terjadi kasus 46 calon haji furoda asal Indonesia dideportasi Pemerintah Arab Saudi.
Para calon jamaah haji Indonesia itu diduga menjadi korban visa palsu. Hal itu sebagaimana diungkapkan mantan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.
Ia mengungkapkan sembilan kejanggalan dari visa 46 calon haji furoda asal Indonesia setelah dideportasi Pemerintah Arab Saudi. Menurut Agus, visa tersebut diduga palsu dan merupakan hasil editan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop.
Pria yang juga pernah menelusuri dokumen rahasia jaringan teroris Al-Qaeda itu mengatakan setidaknya ada sembilan kejanggalan pada visa 46 calon haji furoda asal Indonesia tersebut. Ciri-cirinya adalah:

1. Nomor visa terdiri dari 11 digit, seharusnya 10 digit.
2. Barcode sangat aneh dan tidak terbaca oleh sistem.
3. Jumlah kolom berbeda dengan visa haji yang orisinal.
4. Tidak ada water mark (potongan ayat Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13 ditulis dengan gaya "tsulusi" melingkar di tengah-tengah ada lambang kurma dan pedang)
5. Font berbeda dengan yang orisinal. Visa ori memakai font "kufi" style kotak.
6. Ada kolom "entry type" yang tidak pernah dikenal dalam visa haji yang dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi. Entry type ini biasanya dipakai untuk visa kunjungan, visa bisnis, dan juga visa wisata (siyahah) yaitu single entry (masuk sekali) dan multiple entry (masuk beberapa kali).
7. Ada kolom berisi "code" yang juga tidak pernah dikenal di visa haji orisinal.
8. Tidak ada kolom "Hajj Company" dan nama Muassasah.
9. Tidak ada kolom "local services (al-hidmah al-maidaniyyah)" dan tidak ada "border number (raqm al-hudud)".