Sebelum dibagikan kepada jamaah, lanjut dia, makanan akan terlebih dahulu melewati quality control. "Hal ini dalam rangka menjaga kehigienisan makanan tersebut," imbuhnya seperti dikutip dari Kemenag.go.id.
"Kami membedakan menu reguler dan menu untuk lansia. Untuk itu, kami selalu berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama. Terakhir, dalam menjaga kualitas makanan, bumbu-bumbu dan bahan makanan semuanya dipilih yang segar," jelasnya.
Jamaah haji Indonesia pun umumnya puas dengan masakan yang disiapkan petugas katering di Tanah Suci, Arab Saudi.
"Makanannya enak sekali, lauknya banyak. Seringkali porsi dirasakan kurang, karena masih kepengin makan," ungkap Poniran jamaah haji Kloter 7 Embarkasi Solo.
"Cocok makanannya, mbah selalu habis maemnya. Enak dan tidak perlu masak sendiri, tinggal makan," pungkasnya.
(Hantoro)