Pentingnya malam ini terletak pada niat yang ikhlas dan hati yang benar-benar ingin bertaubat. Ulama sepakat bahwa pengamalan hadits dhaif diperbolehkan untuk fadhail a'mal (keutamaan amalan) selama tidak dijadikan wajib atau berlebih-lebihan. Fokus utama adalah memperbanyak doa, istighfar, dan membersihkan hati dari dendam dan kebencian. Dengan begitu, doa-doa yang dipanjatkan pada malam Nisfu Syaban dapat menjadi jembatan menuju Ramadhan yang lebih bermakna, penuh berkah, dan pembersihan dosa yang mendalam.
(Rahman Asmardika)