4 Ulama Kharismatik Aceh Murid Abuya Muda Waly

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 614 2239044 4-ulama-kharismatik-aceh-murid-abuya-muda-waly-F7D0WRMLqC.jpg Syekh Teungku Muhammad Waly Al-Khalidy atau Abuya Muda Waly (Istimewa)

ACEH yang berjuluk Serambi Makkah dengan budaya Islam yang kental dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, tak pernah henti menelurkan ulama-ulama. Pada masa kesultanan dulu, ulama-ulama Aceh tersohor hingga keluar negeri karena ilmu dan karyanya.

Pasca-Indonesia merdeka, Aceh juga masih memiliki ulama-ulama besar. Salah satunya adalah Syekh Teungku Muhammad Waly Al-Khalidy atau Abuya Muda Waly yang hidup dari 1917 hingga 1961.

Selama hidupnya, Abuya Muda Waly banyak mengkader ulama-ulama. Muridnya tersebar di Aceh hingga luar daerah. Beliau termasuk Bapak Pendidikan, karena termasuk orang pertama yang memformulasikan ulang sistem pendidikan pesantren tradisional atau dayah.

Baca juga: 3 Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Tahajud

Abu Muda Waly pertama menerapkan sistem itu di Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan yang diasuhnya. Sistem pertama adalah santri di dayah diharuskan belajar suatu kitab tertentu hingga tamat. Kedua belajar dengan sistem madrasah, aktif diskusi-diskusi .

Sistem itu kemudian banyak diterapkan di dayah-dayah di Aceh sekarang, yang umumnya diasuh atau didirikan oleh murid-muridnya. Banyak murid Abu Muda Waly jadi ulama-ulama kharismatik yang bepengaruh, dihormati dan disegani di Aceh.

Di antaranya adalah empat ulama ini seperti dilansir dari laman dayahbabussalam.com:

1. Abu Hanafiah Matangkuli (Abu Matang Keh)

Beliau adalah salah seorang ulama dari alumni Dayah Darussalam Labuhan Haji atau murid langsung Abuya Muda Waly. Abu Matang Keh merupakan salah satu ulama tertua di Aceh yang lahir pada 1925.

Beliau adalah pendiri Dayah Babussalam, Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara yang sekarang di tambah Al Hanafiyyah. Dayah tersebut sekarang dipimpin oleh anak sulungnya bernama Teungku H. Sirajudin Hanafi.

Baca juga: Jadi Obat Galau, Ini Tujuan Sholat Istikharah 

2. Abu H. Muhammad Amin (Abu Tumin)

Abu H. Muhammad Amin juga dikenal dengan panggilan Abu Tumin Blang-Bladeh adalah murid Abuya Muda Waly. Beliau juga seorang pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam, Blang-Bladeh, Kabupaten Bireuen. Dayah ini didirikan pada 1890 oleh Teungku H. Imam Hanafiah yang merupakan kakek Abu Tumin.

Abu Tumin adalah salah satu murid Abuya Muda Waly dan Syeikh Muhammad Hasan Al-Asyi Al-Falaki atau yang lebih dikenal dengan Teungku Hasan Krueng Kalee. Abu Tumin adalah seorang ahli fiqh mazhab Syafii dan ahli thariqat Al-Haddadiyah serta sangat menguasai kitab Syarah Al-Hikam karangan Syeikh 'Ataillah As-Sakandari.

3. Teungku H. Abdul Wahab (Abu Matang Peurlak)

Al Mukarram Al-Mursyid Teungku H. Abdul Wahab atau yang akrab disapa dengan panggilan Abu Matang Perlak termasuk salah seorang ulama kharismatik dan murid Abuya Muda Waly serta beliau juga sesepuh mursyid tarekat Naqsyabandiah Aceh. Abu Matang Perlak, begitu sapaan akrab masyarakat Aceh untuk sosok ulama sepuh alumni Darussalam Labuhan Haji itu.

Beliau bernama lengkap Syeikh Abdul Wahab bin Hasan, pimpinan Dayah Dar El Sa'adah di Matang Perlak, Lhok Nibong. Abu terkenal sebagai sosok ulama yang mendalami ilmu kalam dan tasawuf. Dalam kesehariannya, tampak jelas pengamalan tasawuf sangat beliau tekankan.

4. Abu Daud Zamzami

Abu Daud Zamzami lahir pada 1935 dan termasuk ulama Aceh dari murid Abuya Muda Waly. Abu Daud Zamzami adalah pimpinan Dayah Riyadhusshalihin dan sekitar 1964 dayah ini dibenahi dan direnovasi oleh suami cucu dari Teungku Mahyiddin yang bernama Teungku H. M. Daud Zamzami yang juga merupakan salah seorang alumni Darussalam Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan di bawah kepemimpinan Abu Muda Wali Al-Khalidy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini