Napak Tilas Perjuangan Kiai Noer Ali, "Singa" Bekasi Paling Ditakuti Belanda

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Senin 17 Agustus 2020 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 614 2263087 napak-tilas-perjuangan-kiai-noer-ali-singa-bekasi-paling-ditakuti-belanda-3w1rkqb5YO.JPG KH Noer Ali (Foto: Wordpress)

Peristiwa berdarah yang tidak kalah sengit ialah pembantaian Rawagede yang memakan korban lebih dari 40 orang. Tragedi ini berawal dari perang urat syaraf antara Kiai Noer Ali yang memerintahkan pasukannya bersama masyarakat di Tanjung Karekok, Rawagede untuk membuat bendera merah putih ukuran kecil terbuat dari kertas.

Ribuan bendera tersebut ditancapkan di setiap pohon dan rumah penduduk dengan tujuan membangkitkan moral rakyat di tengah-tengah kekuasaan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Akibat aksi sang kiai, Belanda murka dan mengira pemasangan bendera merah-putih diinisiasi oleh TNI. Pasukan Belanda lantas mencari Mayor Lukas Kustaryo, namun hasilnya nihil. Belanda yang kadung naik pitam langsung membantai sekira 400 orang warga sekitar Rawa Gede yang dikenal dalam laporan De Exceseen Nota.

Nota Ekses itu baru dikeluarkan 20 tahun setelah peristiwa Rawagede. Kendati pada Januari 1948, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah berkesimpulan aksi militer di Rawagede disengaja dan tanpa belas kasihan dan diyakini sebagai tindakan kriminal paling kejam, paling brutal, dan paling berdarah yang dilakukan Belanda dalam kurun waktu 1945 sampai 1949.

Pembantaian keji ini baru diakui dunia pada Rabu 14 September 2011 melalui putusan Pengadilan Den Haag yang mengabulkan tuntutan keluarga korban kejahatan perang di Desa Rawagede, Jawa Barat. Kerajaan Belanda diharuskan membayar kerugian bagi sekira 400 keluarga korban yang dibantai dalam peristiwa berdarah tersebut.

Pada 19 April 1950, Kiai Noer Ali juga sempat menjabat Ketua Masyumi Cabang Jatinegara, nama Kota Bekasi saat itu. Ia mengalami puncak karier politiknya pada tahun 1958, di mana saat itu dirinya terpilih sebagai anggota Dewan Konstituante menggantikan Sjafruddin Prawiranegara yang mengudurkan diri.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya