Viral Mobil Takbir Keliling, Ingatkan Amalan Sunah 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Hantoro, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 614 2440393 viral-mobil-takbir-keliling-ingatkan-amalan-sunah-10-hari-pertama-dzulhijjah-0aeQZA2i13.jpg Viral mobil takbir keliling ingatkan amalan sunah bulan Dzulhijjah. (Foto: Instagram @dakwah_tauhid)

BEREDAR video viral mobil takbir keliling. Mobil tersebut membawa speaker besar di bagian atapnya. Speaker itu mengeluarkan suara takbir yang sangat keras hingga didengar orang-orang di sekitarnya. Ini bertujuan mengingatkan kaum Muslimin akan amalan sunah bertakbir pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Mobil takbir keliling itu dilaporkan berada di jalanan Arab Saudi. Mobil ini berkeliling kota untuk mengingatkan sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yakni banyak-banyak bertakbir.

"Salah satu sunah yang terlupakan yang jarang dilakukan di negara-negara lain selain di Arab Saudi. Mereka menghidupkan sunah Nabi kita Shallallahu 'alaihi wassallam. Mengingatkan masyarakat untuk bertakbir di 10 pertama bulan Dzulhijjah," jelas keterangan video viral tersebut, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @dakwah_tauhid, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Puasa Dzulhijjah Tanggal 1 hingga 9, Bolehkah Mengamalkan untuk Sebagian Hari Saja? 

Dijelaskan bahwa mobil takbir keliling tersebut melewati setiap jalanan, permukiman warga, pasar-pasar, dan pusat keramaian lainnya. Mereka mengajak setiap Muslimin memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, amal salih lainnya.

"Mobilnya keliling di jalan-jalan, kampung-kampung, pasar-pasar, dan lain-lain. Ya Alloh jagalah Kerajaan Saudi, dan seluruh negara kaum Muslimin di mana saja berada. Marilah kita perbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan amal salih lainnya di 10 awal Dzulhijjah ini," ungkapnya.

Dikutip dari laman Rumaysho, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan bahwa keutamaan beramal di 10 hari pertama bulan Dzulhijah diterangkan dalam hadis Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut:

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

Artinya: "Tidak ada satu amal salih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal salih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satu pun." (HR Abu Daud Nomor 2438, At Tirmidzi 757, Ibnu Majah 1727, dan Ahmad 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syekh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih. Syekh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Baca juga: Tips Terhindar dari Pengaruh Kabar Hoaks Menurut Ajaran Islam 

Adapun yang termasuk amal salih adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristigfar, dan memperbanyak doa. Disunnahkan mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid, dan tempat-tempat lainnya.

Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

Artinya: "Ibnu ‘Abbas berkata, 'Berzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari tasyriq.' Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas orang-orang pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah sholat sunah." (Dikeluarkan oleh Imam Bukhari tanpa sanad (mu’allaq) pada Bab 'Keutamaan beramal di hari tasyriq')

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Perlu diketahui bahwa takbir itu ada dua macam, yaitu takbir muthlaq (tanpa dikaitkan dengan waktu tertentu) dan takbir muqoyyad (dikaitkan dengan waktu tertentu).

Takbir yang dimaksudkan dalam penjelasan di atas adalah sifatnya muthlaq, artinya tidak dikaitkan pada waktu dan tempat tertentu. Jadi boleh dilakukan di pasar, masjid, dan saat berjalan. Takbir tersebut dilakukan dengan mengeraskan suara khusus bagi laki-laki.

Baca juga: Rasulullah Ungkap Pekerjaan yang Paling Baik, Apa Itu? 

Sedangkan ada juga takbir yang sifatnya muqoyyad, artinya dikaitkan dengan waktu tertentu yaitu dilakukan setelah shalat wajib berjamaah.

Takbir muqoyyad bagi orang yang tidak berhaji dilakukan mulai dari Sholat Shubuh pada hari ‘Arofah (9 Dzulhijah) hingga waktu ‘Ashar pada hari tasyriq yang terakhir.

Baca juga: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Ulama: Terdapat Waktu Kurban, Arafah dan Tarwiyah 

Adapun bagi orang yang berhaji dimulai dari Sholat Zuhur hari Nahr (10 Dzulhijah) hingga hari tasyriq yang terakhir.

Cara bertakbir adalah dengan ucapan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya