Share

Alquran dan Sains: Semut Miliki 6.000 Spesies Lebih, Mati jika Terpisah dari Kelompoknya

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 01:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 614 2464146 alquran-dan-sains-semut-miliki-6-000-spesies-lebih-mati-jika-terpisah-dari-kelompoknya-uLa1FN3AEd.jpg Alquran dan sains membahas lengkap kehidupan semut. (Foto: Mikhail Vasilyev/Unsplash)

ALQURAN dan sains kali ini membahas fenomena hewan semut. Semut adalah salah satu serangga yang selalu hidup bersama kelompoknya. Semut mudah ditemui di mana saja, terutama ketika ada makanan atau minuman manis. Sebab, inilah salah satu makanan semut.

Tapi tahukah Anda, semut ternyata menjadi salah satu hewan yang disebutkan di dalam kitab suci Alquran. Penyebutan semut ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

ىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hatta iza atau 'ala wadin-namli qalat namlatuy ya ayyuhan-namludkhulu masakinakum, la yahtimannakum sulaimanu wa junuduhu wa hum la yasy'urun

Artinya: "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: 'Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari'." (QS An-Naml: 18)

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Terjadinya Fenomena Belut Listrik serta Ikan Berlampu 

Semut. (Foto: Unsplash)

Dikutip dari buku 'Buku Pintar Sains dalam Alquran' karya Dr Nadiah Thayyarah, di dunia ini ada lebih dari 6.000 spesies semut. Sebagian semut hidup secara menetap di rumah-rumah yang permanen, sebagian lagi hidup secara berpindah-pindah, persis seperti orang badui. Sebagian di antara mereka mencari makan dengan tekun dan serius, sebagian yang lain mencari makan dengan cara berkelahi dan merampas.

Jika terpisah dari kelompoknya, semut akan mati maskipun diberi makanan yang enak dan tempat yang nyaman. Sama seperti manusia belaka. Jika manusia diasingkan di suatu tempat yang jauh dari cahaya, suara jam, waktu, malam, dan siang selama 20 hari, ia akan kehilangan keseimbangannya.

Semut juga mengajarkan toleransi yang tinggi. Apabila ada anggotanya yang kelaparan, maka semut lainnya akan memberikan sari-sari makanan. Dalam hal ini semut didukung dengan sistem pencernaan yang mempunyai perangkat yang bisa memberikan makanan kepada semut yang lain.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda: "Tidak boleh seorang mukmin menyimpan sesuatu yang mengenyangkan, sementara tetangga di sampingnya kelaparan." (HR Ath-Thabrani dan Al Hakim dari Ibnu Abbas)

Baca juga: Alquran dan Sains Beberkan Bukti-Bukti Pemuda Ashabul Kahfi Tidur 309 Tahun di Gua 

Dalam kerajaan atau komunitas semut terdapat seekor ratu yang memiliki tubuh besar. Tugasnya bertelur dan memberikan pengarahan-pengarahan. Ia mendapat fasilitas yang sangat nyaman di perumahan semut, serta senantiasa berinteraksi dengan segenap anggota kerajaan semut. Semut-semut betina adalah semut pekerja.

Kemudian tugas semut lainnya bermacam-macam, seperti mendidik bayi bayi semut, membersihkan perumahan dan jalanan, hingga menyingkirkan semut mati yang ada di rumah dan menguburkannya. Ada pula yang bertugas mendatangkan makanan dari luar kerajaan, menanam tumbuh-tumbuhan, dan merawat serangga-serangga yang akan dijadikan sumber makanan. Selain semut pekerja, di kerajaan semut juga terdapat semacam tentara.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tubuh semut tentara ini Iebih besar dan kepala mereka keras seperti memakai helm baja. Mereka bertugas menjaga kelangsungan kerajaan, menjaga keamanan, dan menghalau musuh. Semut bisa membangun perkotaan, membuat jalan raya, menggali terowongan, dan menyimpan persediaan makanan di rumah-rumah mereka.

Sebagian semut bahkan mampu membuat kebun dan membudidayakan tanaman. Sebagian Iagi ada yang gemar berperang melawan semut dari kelompok Iain, lalu menawan pihak yang kaIah.

Baca juga: Alquran dan Sains: Bulan "Bertanggung Jawab" Terjadinya Pasang Surut Air Laut 

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Wa ma min dabbatin fil-ardi wa la ta'iriy yatiru bijanahaihi illa umamun amsalukum, ma farratna fil-kitabi min syai'in summa ila rabbihim yuhsyarun

Artinya: "Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam Alkitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan." (QS Al Anam: 38)

Wallahu a'lam bishawab.

Semut. (Foto: Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini