Tata Cara Sholat Istisqa, Lengkap dengan Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 616 2483276 tata-cara-sholat-istisqa-lengkap-dengan-tempat-dan-waktu-pelaksanaan-dsRJVWDHtW.jpg Ilustrasi tata cara sholat istisqa. (Foto: Okezone)

TATA cara sholat istisqa hendaknya diketahui setiap Muslim. Sholat istisqa adalah ibadah sunah untuk memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar diturunkan hujan. Jadi, sholat istisqa banyak dilakukan ketika terjadi musim kemarau panjang.

Dihimpun dari laman Muslim.or.id, Jumat (8/10/2021), berdasarkan pendapat Ibnu Abbas Radhiallahu anhu, dijelaskan bahwa sholat istisqa dilakukan sama dengan sholat id, yaitu dua rakaat dengan tempat yang sama dan jumlah takbir yang sama pula dengan sholat id.

Baca juga: Kagum Lihat Muslim Sholat, Perempuan Agnostik Ini Putuskan Jadi Mualaf 

Ada pula perbedaannya dengan sholat id. Menurut Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, perbedaannya terdapat pada hukumnya. Hukum sholat id fardhu kifayah, sedangkan sholat istisqa sunah.

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج متبذلا متواضعا متضرعا حتى أتى المصلى فلم يخطب خطبتكم هذه ، ولكن لم يزل في الدعاء ، والتضرع ، والتكبير ، وصلى ركعتين كما كان يصلي في العيد

Artinya: "Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam berjalan menuju tempat sholat dengan penuh ketundukan, tawadhu, dan kerendahan hati hingga tiba di tempat sholat. Lalu Beliau berkhotbah tidak sebagaimana biasanya, melainkan Beliau tidak henti-hentinya berdoa, merendah, bertakbir dan melaksanakan sholat dua rakaat sebagaimana Beliau melakukan Shalat Id." (HR Tirmidzi Nomor 558, ia berkata: "Hadis hasan shahih")

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Jumat 8 Oktober 2021 

Dengan rincian sebagai berikut:

- Rakaat pertama melakukan takbir sebanyak tujuh kali, dan selanjutnya sebagaimana sholat id dengan rukuk dan sujud dua kali.

- Rakaat kedua takbir lima kali, kemudian sama seperti rakaat pertama dan diakhiri salam, seperti halnya sholat id.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Waktu Pelaksanaan Sholat Istisqa

Dinukil dari laman Konsultasi Syariah, dalam Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah dinyatakan:

وتُصلّى في أي وقت خلا وقت الكراهة

“Shalat istisqa dilakukan di waktu kapan pun, selain waktu terlarang (untuk sholat).” (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah, 2:177)

Baca juga: Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan dan Bacaannya 

Tempat Pelaksanaan Sholat Istisqa

Sholat istisqa dilakukan di tanah lapang, sebagaimana sholat id, kecuali di Makkah, dilakukan di Masjidil Haram. Abdullah bin Zaid radhiallahu ‘anhu mengatakan:

أنَّ النّبيّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – خرج إِلى المصلّى فاستسقى، فاستقبل القبلة وقلب رداءه

"Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam keluar menuju tanah lapang kemudian sholat istisqa, beliau menghadap kiblat dan membalik kain pakaian atasan beliau." (HR Bukhari Nomor 1012 dan Muslim 894)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengatakan:

خرج رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – للاستسقاء متذلّلاً متواضعاً متخشعاً متضرّعاً

"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam keluar menuju sholat istisqa dengan tunduk, tawadhu, khusyuk, dan penuh perendahan diri (kepada Allah)." (HR Abu Daud 1032, Turmudzi 459, Nasai 1416, dan dishahikan Al-Albani)

Baca juga: Doa Setelah Sholat Jenazah 

Tanpa Azan dan Iqamah

Dari Abu Ishaq, beliau menceritakan:

خرج عبد الله بن زيد الأنصاري وخرج معه البراء بن عازب وزيد بن أرقم -رضي الله عنهم- فاستسقى، فقام بهم على رجليه على غير منبر، فاستغفر ثمَّ صلّى ركعتين يجهر بالقراءة، ولم يؤذّن ولم يُقم،

"Abdullah bin Zaid al-Anshari, bersama al-Barra bin Azib, dan Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhum berangkat untuk melaksanakan istisqa. Abdullah bin Zaid berdiri di depan makmum tanpa mimbar. Beliau memohon ampun, kemudian sholat dua rakaat, dan mengeraskan bacaannnya. Tidak ada azan dan iqamah." (Bukhari 1022)

Baca juga: Cerita Syekh Abdal Hakim Murad Jadi Mualaf, Berawal Lihat Orang-Orang Rajin Sholat 

Pelaksanaan Khotbah

Khotbah bisa dilakukan sebelum sholat atau sesudah sholat, memerhatikan keseriusan dan kondisi makmum. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau menceritakan:

Para sahabat mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam karena kekeringan. Beliau meminta agar mimbar diletakkan di tanah lapang. Beliau menjanjikan para sahabat agar keluar menuju tanah lapang pada hari tertentu. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berangkat menuju lapangan ketika matahari sudah terbit agak tinggi. Beliau duduk di atas mimbar, mengagungkan Allah dan memuji Allah Ta’ala. kemudian beliau berkhotbah:

إِنّكم شكوتم جدْب دياركم واستئخار المطر عن إِبّان زمانه عنكم، وقد أمَركم الله عزّ وجلَّ أن تدْعوه، ووعدَكم أن يستجيب لكم

"Sesunggunnya kalian mengaduhkan kekeringan di tempat kalian dan hujan yang telat turun dari biasanya. Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya dan menjanjikan untuk mengabulkan doa kalian."

Baca juga: Perbanyak Doa di Jumat Sore Bakda Ashar, Pasti Dikabulkan Allah Ta'ala 

Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam memulai doanya:

الحمد لله ربّ العالمين الرحمن الرحيم. مالك يوم الدين. لا إله إلاَّ الله يفعل ما يريد، اللهمّ أنت الله لا إِله إلاَّ أنت الغني ونحن الفقراء، أنزِل علينا الغيث، واجعل ما أنزلتَ لنا قوّة وبلاغاً إِلى حين

"Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih Penyayang, Raja di hari pembalasan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Kaya, dan kami makhluk miskin. Turunkanlah hujan kepada kami, jadikan hujan yang Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal yang bisa mengantarkan kami sampai waktu tertentu."

Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam mengangkat kedua tanganya, beliau terus mengkat tangannya (agak tinggi) sampai kelihatan putihnya ketiak Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam. Kemudian beliau membelakangi makmum dan beliau membalik kain atasan beliau, sementara beliau masih mengangkat tangan. Lalu beliau menghadap ke makmum dan turun dari mimbar, kemudian sholat dua rakaat.

Tiba-tiba Allah Subhanahu wa ta'ala mengirim awan-Nya, dipenuhi dengan guntur dan kilat, kemudian turun hujan dengan izin Allah. Ketika pulang, sebelum beliau sampai di Masjid Nabawi, air hujan telah mengalir deras. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam melihat para sahabat berlarian menuju rumah mereka, beliau tertawa sampai terlihat gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda:

أشهد أن الله على كل شيء قدير، وأنّي عبد الله ورسوله

"Saya bersaksi bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bahwa saya adalah hamba dan utusan-Nya." (HR Abu Daud, At-Thahawi, Al-Baihaqi, dan dihasankan Al-Albani dalam Al-Irwa, 668)

Baca juga: 5 Orang Beruntung yang Pernah Sholat di Dalam Kakbah 

Dari Abbad bin Tamim bahwa pamannya Abdullah bin Zaid mengatakan:

أَنَ النَّبِيُّ (صلى الله عليه وسلم) ، خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي، وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، وَقَلَبَ رِدَاءَهُ، وَجَعَلَ الْيَمِينَ عَلَى الشِّمَالِ

"Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam menuju lapangan untuk sholat istisqa, beliau mennghadap kiblat, sholat dua rakaat, dan membalik kain atasan pakaian beliau, dibalik bagian kanan diletakkan di sebelah kiri." (HR Bukhari)

Ibnu Batthal mengatakan:

وقلب الرداء بعد الصلاة فهو الذى ذهب إليه مالك أن الصلاة قبل الخطبة، وهو نص هذا الحديث

"Membalik selendang setelah sholat sesuai pendapat Imam Malik, bahwa sholat dilakukan sebelum khotbah. Ini merupakan teks tegas dari hadis." (Syarh Shahih Bukhari Ibn Bathal, 3:19)

Baca juga: Muslim Penulis Abdulrazak Gurnah Raih Nobel Sastra 2021 

Catatan: Orang yang dianjurkan mengangkat tangan tinggi-tinggi waktu berdoa adalah imam dan bukan makmum. Dalam Tamamul Minnah dijelaskan:

… فأرى مشروعية المبالغة في الرفع للإِمام دون المؤتمّين

"Menurut saya, anjuran mengangkat tangan tinggi-tinggi hanya untuk imam dan bukan makmum." (Tamamul Minnah, 265)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: 4 Tutorial Hijab Cantik ala Laudya Cynthia Bella, Indonesian Style hingga Signature L 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya