Share

Hukum Tajwid Surat Al Kafirun Ayat 1-6 Lengkap Cara Membaca dan Artinya

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 616 2645187 hukum-tajwid-surat-al-kafirun-ayat-1-6-lengkap-cara-membaca-dan-artinya-BYZ9O4S5gP.jpg Ilustrasi hukum tajwid Surat Al Kafirun Ayat 1-6. (Foto: Shutterstock)

HUKUM tajwid Surat Al Kafirun Ayat 1–6 sangat penting diketahui setiap Muslim. Tujuannya supaya bisa membacanya dengan tepat, sehingga menjadi lebih indah sekaligus membaguskan makna yang ada di dalamnya.

Surat Al Kafirun sendiri memiliki arti "Orang-orang Kafir". Surat ke-109 ini berisi kandungan tentang adanya toleransi dalam keimanan dan peribadahan.

Berisi enam ayat, Surat Al Kafirun masuk golongan Makkiyyah atau turun di Kota Makkah, Arab Saudi. Adapun hukum tajwid Surat Al-Kafirun Ayat 1-6 adalah sebagai berikut, seperti telah Okezone himpun:

Baca juga: Kisah Driver Ojol Koko Ajung Mantap Masuk Islam, Berawal Buntuti Ayah Angkatnya Sholat di Masjid 

Baca juga: Hukum Tajwid Surat Yunus Ayat 40-41 Lengkap Penjelasan dan Cara Membacanya secara Tepat 

1. قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

Kul ya ayyuhal-kafirun

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

Pada ayat pertama Surat Al Kafirun terdiri dari 4 tajwid, yaitu:

يٰۤاَ: Mad jaiz munfasil, karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata, sehingga dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.

الْكٰفِرُ : Alif lam qomariyah, karena alif lam bertemu dengan salah satu huruf qamariyah yaitu kaf. Cara membacanya yaitu dengan jelas. Setelahnya pada huruf kaf berlaku hukum mad thobi’I, karena kaf fathah bertemu dengan alif. Dibaca panjang 2 harakat.

فرُوْن : Mad arid lissukun, karena wau sukun didahului huruf berharakat dhammah dan bertemu di akhir kalimat. Membacanya dengan panjang selama 2-6 harakat.

2. لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ

La a'budu ma ta’budun

"Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah."

Ayat kedua Surat Al-Kafirun juga terdiri dari 3 hukum tajwid, yaitu:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah diikuti alif bertemu dengan hamzah di lain kata. Cara membacanya yaitu dengan dipanjangkan selama 2-5 harakat.

مَا : Mad thobi’I, karena mim fathah bertemu dengan alif. Dibaca panjang selama 2 harakat.

ـبدُوْن٠ : Mad arid lissukun, karena huruf wau sukun didahului huruf berharakat dhammah dan pertemuan berada di akhir kalimat. Dibaca panjang selama 2–6 harakat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ

Wa la antum 'abiduna ma a'bud

"Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah."

Pada ayat ketiga Surat Al Kafirun terdiri dari 6 hukum tajwid, yaitu:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah bertemu dengan alif lalu diikuti hamzah namun di lain kata. Membacanya panjang 2–5 harakat.

نْتُم : Ikhfa' Aqrab, karena nun sukun bertemu dengan ta'. Nun sukun dibaca samar dan didengungkan selama 3 harakat.

ـتمْ عَا : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan 'ain. Cukup dibaca jelas. Kemudian setelahnya terdapat hukum mad thobi’I, karena 'ain bertemu dengan alif. Dibaca panjang selama 2 harakat.

بدُوْن : Mad thobi’I, karena huruf wau sukun didahului oleh huruf berharakat dhommah yaitu dal. Membacanya panjang 2 harakat.

مَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena huruf mad yaitu mim fathah bertemu alif dan diikuti hamzah namun di lain kata. Cara membacanya yaitu dipanjangkan 2–5 harakat.

ـبُدُ٠ : Qolqolah kubro, karena salah satu huruf qalqalah yaitu dzal berada di akhir kalimat sehingga diwaqofkan. Cara membacanya dengan dipantulkan.

4. وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ

Wa la ana 'abidum ma 'abattum

"Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,"

Ayat keempat Surat Al Kafirun juga memiliki 5 hukum tajwid, yaitu:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah bertemu dengan alif dan diikuti oleh hamzah di lain kata. Dibaca panjang selama 2–5 harakat.

عَا : Mad thobi’I, karena 'ain fathah bertemu dengan alif. Dibaca panjang selama 2 harakat.

بدٌ مَا : Idghom bigunnah, karena harakat dhommah tanwin bertemu dengan mim. Harakat tanwin dileburkan sehingga mim seolah-olah bertasydid. Membacanya disertai dengung. Setelahnya terdapat hukum mad thobi’I, karena mim fathah diikuti alif. Dibaca panjang 2 harakat.

ـبدْتُم : Idghom mutajanisain, karena dal sukun bertemu dengan ta'. Huruf dal dimasukkan ke huruf ta', sehingga ta' seolah-olah berharakat tasydid.

5. وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

Wa la antum 'abidụna ma a'bud

"dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah."

Ayat kelima Surat Al-Kafirun juga memiliki 5 hukum tajwid, yaitu:

لَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena lam fathah diikuti alif bertemu dengan hamzah di lain kata. Sehingga lam dipanjangkan yang 2–5 harakat.

نْتُم : Ikhfa' aqrab, karena nun sukun bertemu dengan ta'. Cara membacanya yaitu dengan menyamarkan suara nun sukun dan disertai dengan dengung.

نْتُمْ عٰبِ : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan 'ain. Cara membacanya yaitu dengan jelas. Kemudian berlaku juga hukum mad thobi’I, karena huruf 'ain diikuti alif. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.

عٰبِدُوْنَ : Mad thobi’I, karena fathah berdiri di atas 'ain. Ada pula wau sukun didahului oleh huruf berharakat dhammah. Dibaca panjang 2 harakat.

مَا أَ : Mad jaiz munfasil, karena huruf mim bertemu dengan alif dan diikuti oleh hamzah di lain kata. Dibaca panjang selama 2–6 harakat.

ـبدُ٠ : Qolqolah kubro, karena huruf dal yang merupakan huruf qolqolah berada di akhir kalimat sehingga diwaqofkan. Membacanya dengan cara dipantulkan.

6. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

Lakum dinukum wa liya din

"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Ayat keenam Surat Al Kafirun terdiri dari 4 hukum tajwid, yaitu:

ـكمْ دِيْنـ : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan dal. Dibaca secara jelas. Lalu setelahnya berlaku hukum mad thobi’I, karena dal yang berharakat kasroh diikuti ya' sukun. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 harakat.

ـكمْ وَ : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan wau. Dibaca jelas.

دِيْن٠ : Mad arid lissukun, karena huruf dal berharakat kasrah diikuti ya' sukun dan berada di akhir kalimat. Membacanya panjang selama 2–6 harakat.

Demikian penjelasan mengenai hukum tajwid Surat Al Kafirun Ayat 1-6. Semoga dengan membaca surat ini, semua Muslim juga dapat mengamalkannya dalam kehidupan. Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini