Share

Dulu Anti-Islam, Keluarga Ini Dapat Hidayah dan Mantap Ucap Syahadat

Syifa Fauziah, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 621 2649893 dulu-anti-islam-keluarga-ini-dapat-hidayah-dan-mantap-ucap-syahadat-JcraSZr03f.jpg Ilustrasi kisah keluarga dulu anti-Islam kini mendapat hidayah dan mantap ucap syahadat. (Foto: Shutterstock)

ALLAH Subhanahu wa ta'ala selalu memiliki cara untuk mengetuk hati manusia agar mendapat hidayah Islam. Hal itu pun dirasakan oleh mahasiswi asal Inggris yang memutuskan menjadi mualaf padahal sebelumnya dia tumbuh dari keluarga anti-Islam.

Dilansir dari YouTube Mualaf Terbaru-KMid, seorang wanita bernama Faith Abbey sejak kecil merupakan umat suatu agama yang sangat taat. Dia hampir tidak pernah absen untuk pergi ke rumah ibadah. Bahkan, banyak temannya yang menyebut bahwa Faith Abbey kecil akan menjadi pemuka agama.

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Asal Kanada, Berawal Takjub Islam Ajarkan Tuhan Maha Esa dan Kekal 

Menginjak usia remaja, ia melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri di Inggris. Suasana di kampusnya itu sangat berbeda dengan kampung halamannya.

Nuansa keberagaman sangat terasa, apalagi universitas tempatnya kuliah memiliki mahasiswa dengan berbagai latar belakang. Bahkan, ada beberapa temannya yang memiliki agama berbeda, termasuk Islam.

Abbey pun berteman dengan teman Muslim-nya. Dia membangun interaksi yang baik, bahkan tidak jarang teman Muslim-nya membantunya ketika ada tugas di kampus atau menghabiskan waktu luang di kafe.

Lambat laun, muncul keinginan dirinya untuk mengenal Islam. Terlebih lagi dia melihat betapa besar dampak yang ditimbulkan agama ini pada keseharian teman-teman Muslim. Misalnya ketika asyik ngobrol, beberapa temannya pamit sejenak untuk sholat.

Baca juga: Gara-Gara Beli Jajanan Rp10 Ribu, Mualaf Cantik Ini Bisa Pergi Umrah, Masya Allah 

Dari pandangannya itu, agama Islam sangat mengesankan. Sebab orang tidak cukup ritual akhir pekan tapi umat Islam harus beribadah sehari lima kali.

Abbey pernah menyaksikan temannya sedang sholat. Gerakan ibadah yang dilakukan temannya itu membuatnya terkesan. Dia penasaran untuk meminta temannya menerangkan tentang Islam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hal yang membuatnya ingin tahu adalah bahwa agama ini dipeluk lebih dari 1 miliar orang di dunia. Kebanyakan umat Islam di Asia dan Afrika. Ada saja orang Amerika yang menyamakan Islam dengan timur.

Temannya ini sangat antusias menjawab pertanyaan Abbey tentang Islam. Diskusi ringan terjadi beberapa jam. Dia dapat pengetahuan bahwa agama Islam berdasarkan Alquran dan hadis. Hal yang pertama kitab suci karena diyakini firman Illahi. Ada juga tindakan Nabi Muhammad Subhanahu wa ta'ala sosok pembawa risalah.

Abbey dikasih terjemahan Alquran dan kisah-kisah tentang Islam. Tiap ada waktu senggang dia baca itu. Dari sana dia baca keteladanan Nabi Muhammad Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Yakini Tuhan Itu Satu, Gadis Cantik Ini Mantap Jadi Mualaf, Langsung Kenakan Hijab Syari 

Sejarah Rasulullah Subhanahu wa ta'ala sama sekali berbeda dari yang dituduhkan. Justru ajaran yang diajarkan membawa perubahan yang positif. Dari keseharian saja Nabi membawa suri teladan yang universal. Misalnya, berbuat baik kepada mereka yang menyakiti.

Abbey mengaku tertarik mengenal Islam. Dia dipinjamkan buku ketuhanan tentang Islam. Berhari-hari ia menyelami bacaan tersebut. Satu hal yang membuatnya terpana adalah konsep tauhid. Menurut ajaran agama ini Tuhan adalah Allah Zat Yang Maha Esa. Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.

Baca juga: Meski Cacat Fisik, Mualaf Ini Tidak Pernah Absen Ibadah dan Lantunkan Adzan di Mushola, Masya Allah! 

Dia kaget ternyata teologi dalam Islam sangat sederhana dan masuk akal. Sejak saat itu Abbey tak hanya terpanggil mengenal Islam, bahkan dia mau jadi pemeluk agama ini. Temannya bilang panggilan hati itu adalah hidayah. Allah Subhanahu wa ta'ala telah memilihnya untuk berada di jalannya dan beriman kepadanya.

Pada 2012, keputusannya sudah bulat untuk memeluk Islam. Di sebuah masjid di Inggris, Abbey mengucap dua kalimat syahadat. Persaksian ini dilakukan dengan bimbingan imam setempat dan jamaah. Resmi Abbey jadi seorang Muslimah.

Mengenang momen tersebut, dia merasa terlahir kembali. Perasaan bahagia menyelimutinya. Ketika sudah masuk Islam harinya jadi lebih tenteram. Terus dia memiliki nama baru yang menunjukkan keislamannya yaitu Faith. Nama itu mengambil arti iman dalam bahasa Arab.

Faith Abbey menuturkan momen baik sejak masuk Islam, saat itu ketika menyambung silaturahmi dengan ayahnya. Ketika tahu kalau dia memeluk Islam, ayahnya seperti menghukumnya.

Baca juga: Viral Ratu Kecantikan Jadi Mualaf, Mantap Berhijab dan Tobat dari Konsumsi Miras hingga Berjudi 

Keadaan sempat memburuk sejak orangtuanya bergabung dalam sebuah organisasi. Organisasi itu bukan dalam bentuk pertahanan sipil tapi mengklaim negara dalam pengaruh Islam.

Cukup lama dia dan keluarganya bersitegang. Kemudian pada 2021, Abbey dapat panggilan di ponsel ternyata itu dari ayahnya. Keduanya berbicara di telepon dan ayahnya mengajaknya bertemu. Dengan senang hati, Abbey menyetujui dan mengajak ayahnya untuk bertemu di salah satu restoran Turki di London.

Baca juga: Kisah Haru Bule Cantik Jerman Yakin Jadi Mualaf, Berawal Baca Alquran di Dalam Bus 

Saat bertemu ayahnya sudah sangat berbeda. Ayahnya sudah bersosialisasi dengan Islam dan menganggap Islam sangat baik dan pemaaf. Mengetahui hal tersebut, Abbey tentu saja sangat bahagia. Dia berharap sang ayah segera mendapat hidayah.

Saat ini Abbey sudah menikah dan sudah memiliki tiga putri yang begitu cantik serta menggemaskan. Ia berharap nantinya ketiga anaknya menjadi penghafal Alquran.

Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini